Republik Tiongkok pada dasarnya merupakan
sebuah negara yang menerapkan sistem dua kepala pemerintahan
yakni presiden dan perdana menteri, setelah presiden mengumumkan
melepas beberapa kekuasaannya pada kabinet apakah Taiwan akan
mengarah pada sistem parlementer dan kekuasaan presiden akan
hilang? Setelah presiden Chen Shui Bian pada tanggal 31 Mei
malam mengumumkan pelepasan beberapa kekuasaannya, ini menonjolkan
masalah sistem pemerintahan di Taiwan. Banyak orang sering
mengatakan, Taiwan mempunyai presiden pilihan rakyat tapi perdana
menteri
adalah pimpinan tertinggi administrasi, maka dari itu Taiwan
bukan menerapkan sistem presidensiil juga bukan parlementer,
melainkan sistem dua kepala pemerintahan.
Sistem dua kepala pemerintahan berarti sebuah negara mempunyai
dua pimpinan tertinggi, tapi berbagai negara didunia, tampaknya
hanya ada sedikit negara yang menerapkan sistem semacam ini.
Sistem presidensiil Perancis, diluar presiden masih ada
perdana
menteri, keduanya memiliki kekuasaan atau bukan jabatan
belaka maka sistem yang diterapkan Perancis sering dipergunakan
untuk dibandingkan dengan Taiwan.
Tapi, asisten dosen fakultas politik Universitas Soochow
Wu Tzi Zhong terus menegaskan, didunia hanya ada sistem
semi presidensiil, tidak ada sistem dua kepala pemerintahan,
di Taiwan bisa muncul istilah sistem dua kepala pemerintahan,
mempunyai latar belakang sejarah istimewa. Wu mengatakan,
ia ingin dengan jelas membedakan, Perancis adalah sistem
semi presidensiil, sebenarnya sistem dua kepala pemerintahan
diciptakan oleh Taiwan sendiri, ini ada latar belakang politiknya.
Dulu ketika KMT kalah pemilu, berpendapat bisa terus memiliki
hak administrasi, beranggapan perdana menteri semestinya
bisa menandingi presiden, baru menciptakan sebuah istilah
yang disebut sistem dua kepala pemerintahan, sebenarnya
ini tidak sesuai dengan theori ilmiah. Maka Perancis dengan
jelas adalah sistem semi presidensiil, atau dengan kata
lain, sebuah perusahaan tidak mungkin ada dua presiden atau
ketua, jadi satu negara tidak mungkin ada dua kepala negara?
Oleh karena itu, sistem dua kepala pemerintahan kedengarannya
aneh, sedangkan Taiwan sebenarnya merupakan perubahan dari
sistem semi presidensiil.
Tapi meskipun sama sistem semi presidensiil, antara Taiwan
dan Perancis ada perbedaannya, presiden Perancis selain
bisa menunjuk perdana menteri juga bisa mengetuai sidang
negara yakni sidang kabinet. Presiden Perancis bisa setiap
saat mengadakan referendum, bisa menolak kasus yang diajukan
parlemen, bahkan bisa berinisiatif membubarkan parlemen.
Meskipun presiden Taiwan juga bisa menunjuk perdana menteri
tapi tidak
bisa berpartisipasi dalam sidang kabinet, juga tidak bisa
berinisiatif membubarkan parlemen, hanya setelah mengajukan
pembubaran kabinet pada parlemen, baru bisa membubarkan
parlemen, tampak degan jelas kalau kekuasaan presiden Perancis
lebih tinggi dari presiden Taiwan.
Kendati demikian, presiden Taiwan juga tidak mau mengalah,
bahkan dalam tingkat kebebasan menunjuk pedana menteri,
melebihi presiden Perancis, presiden Taiwan dipilih secara
langsung oleh rakyatnya, sedangkan perdana menteri yang
merupakan pimpinan tertinggi administrasi, ditunjuk langsung
oleh presiden.Asisten periset paska sarjana Ilmu Sosial Akademia
Sinika Hsu Yung Ming mengatakan, setelah Taiwan mengadakan
amandemen konstitusi berkali-kali, penetapan akan kekuasaan
presiden sebenarnya sangat jelas, karena kita tahu, presiden
bisa menunjuk perdana menteri tanpa persetujuan Yuan Legeslatif,
saat ini banyak orang berpendapat, apakah perdana menteri
menjadi ketua penasehat presiden atau bukannya pimpinan tertinggi
administrasi, karena sumber kekuasaan perdana menteri bukan
berasal dari pemilu.
Meskipun perdana menteri Perancis dinominasikan presiden
tapi kekuasaan perdana menteri sebenarnya berasal dari parlemen,
presiden Perancis harus menominasikan perdana menteri dari
kelompok mayoritas dalam parlemen. Hingga saat ini, situasi
ini tidak pernah terjadi di Taiwan, walaupun pada tahun
2000 ketika presiden Chen Shui Bian baru menduduki jabatannya,
pernah menunjuk Tang Fei dari KMT menjadi perdana menteri,
tapi kala itu, dibawah kerangka pemerintahan seluruh rakyat,
Tang Fei bergabung dengan pemerintah dengan status pribadi
atau bukan mewakili KMT.
Berikutnya, presiden Chen memegang kekuasaan dalam urusan
antar selat Taiwan dan hubungan luar negeri, meskipun perdana
menteri adalah pimpinan tertinggi administrasi tapi lebih
mengutamakan administrasi dalam negeri, untuk kebijakan
utama diplomatik dan pertahanan nasional tetap ditentukan
oleh presiden. Meskipun presiden mengumumkan pelepasan beberapa
kekuasaannya, tapi tetap melaksanakan kekuasaan yang ditetapkan
dalam konstitusi, kalau dlihat dari sudut ini, bisa memisahkan
kekuasaan dan tanggung jawab presiden dan perdana menteri
disamping itu tindakan ini juga memberikan makna lebih besar
dalam partai DPP.
Tapi, hak dan tanggung jawab presiden dan perdana menteri,
jauh-jauh sebelumnya telah ditetapkan dalam konstitusi,
pada dasarnya tidak ada masalah yang disebut dengan pelepasan
kekuasaan, bila tidak akan dipandang sebagai penyerahan
kekuasaan secara pribadi. Maka dari itu, presiden mengumumkan
pelepasan beberapa kekuasaannya, pada prinsipnya kembali
pada disain konstitusi, presiden dan perdana menteri masing-masing
mempunyai tugasnya, perdana menteri bertanggung jawab pada
presiden dan hasil kinerja presiden bertanggung jawab pada
masyarakat. Mengenai setelah penyerahan kekuasaannya, apakah
dalam pengoperasian pragmatis, kekuasaan presiden akan lebih
kecil dari sebelumnya? Asisten periset paska sarjana Ilmu
Sosial Akademia Sinika Hsu Yung Ming mengatakan, kalau menurutnya,
dua belah selat sebenarnya merupakan inti paling utama dari
Taiwan, kalau kekuasaan atas masalah ini tetap dipegang
oleh presiden, dimasa depan, presiden tetap mempunyai kekuasaan
sangat besar, bisa dilihat kalau presiden semestinya akan
memainkan peran penting dalam masalah antar selat Taiwan,
diplomatik dan lawatan kepala negara di paruh kedua tahun
ini. Maka dari itu, presiden tetap memegang kekuasaan besar
dan mewakili negara, ia tidak akan menjadi presiden semu
meskipun melepaskan beberapa kekuasaannya dan Taiwan juga
tidak akan menjadi negara yang menerapkan sistem parlementer.