QR Code

Diaktifkan kantor forensik digital, perangkat lunak ponsel tidak lagi menjadi perangkat tindak kejahatan

2018-02-20
  • kantor forensik digital kejaksaan Taipei

    kantor forensik digital kejaksaan Taipei

    Kejaksaan Taipei: di masa mendatang dapat menyingkap pesan informasi pada perangkat lunak sesegera mungkin, termasuk pesan yang terhapus juga dapat terdeteksi kembali.

(Taiwan, ROC) Telepon cerdas memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat, akan tetapi juga menjadi peranti tindakan kejahatan baru. Guna memberantas tindakan kejahatan, kantor kejaksaan Taipei membeli peralatan baru dan memberikan pelatihan teknis secara resmi membentuk “kantor forensik digital”, segera memecahkan permasalahan dari perangkat lunak pada ponsel seperti LINE dan lainnya, dari pesan di dalam perangkat lunak tersebut dijadikan sebagai barang bukti, segera memberikan bukti sehingga perangkat lunak tidak lagi dijadikan sebagai bagian tindakan kejahatan.

 

Seiring dengan kemajuan teknologi, masyarakat merasakan kenyamanan dari sain dan teknologi namun semakin tinggi resiko menjadi korban penipuan. Dalam beberapa tahun terakhir ini selain oknum memanfaatkan telepon rumah, internet melakukan kejahatan, termasuk juga perangkat lunak pada ponsel seperti LINE, WeChat pesan informasi yang dapat dihapus seketika, untuk memusnahkan semua bukti-bukti tindak kejahatan, dengan demikian menyebabkan tim penyelidik sulit melakukan investigasi.

 

Untuk memecahkan kasus tindak kejahatan cyber, kejaksaan Taipei 3 tahun yang lalu mulai mengembangkan proyeks sains dan teknologi dan membeli peralatan untuk mendeteksi data-data dalam perangkat lunak serta memberikan pelatihan teknis maka membentuk kantor forensik digital. Taipei District Prosecutors' Office Chou Shih-yu (周士榆) mengatakan, pihaknya telah melaksanakan tugas pemeriksaan kejaksaan secara professional, membentuk kantor forensik digital dan memberikan pelatihan teknis kepada 13 orang petugas kejaksaan. Di bawah komando kejaksaan memeriksa kasus kejadian yang tertahan, dan berhasil memecahkan pesan informasi yang ada pada 151 buah ponsel untuk dijadikan sebagai barang bukti, memeriksa kasus kejahatan dengan mempelajari barang bukti yang tersedia.”

 

Pihak Kejaksaan mengatakan, di masa lalu untuk menyingkap pesan percakapan dan rekaman pesan pada ponsel memerlukan waktu 3 hari kerja, selain itu kasus permasalahan yang perlu ditangani semakin banyak, maka ada kemungkinan beresiko melewati masa kesempatan emas menyingkap kasus kejahatan. Akan tetapi, dengan adanya “kantor forensik digital” dengan peralatan digital lengkap memudahkan pemeriksaan, di masa mendatang untuk menyingkap pesan informasi hanya membutuhkan waktu 10 jam saja, termasuk pesan yang terhapus juga dapat terdeteksi kembali.