QR Code
 

MOFA mempertimbangkan perlonggaran pemberian visa kunjungan bagi negara Asia Tenggara

2017-03-20
  • Wakil Direktur Jenderal Biro Urusan Konsuler di bawah Kementrian Luar Negeri (MOFA) Chung Wen-cheng

    Wakil Direktur Jenderal Biro Urusan Konsuler di bawah Kementrian Luar Negeri (MOFA) Chung Wen-cheng

    Wakil Direktur Jenderal Biro Urusan Konsuler di bawah Kementrian Luar Negeri (MOFA) Chung Wen-cheng (鍾文正). (Foto: CNA/王照坤)

(Taiwan, ROC) Percobaan pelonggaran pemberian visa kunjungan bagi sejumlah negara Asia Tenggara, yang merupakan salah satu bagian dari kebijakan “Go South” yang dipromosikan pemerintah, telah membuahkan hasil menonjol, maka Kementrian Luar Negeri sedang mempertimbangkan meneruskan masa percobaan dan memperbesar jangkauan pelaksanaannya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Direktur Jenderal Biro Urusan Konsuler di bawah Kementrian Luar Negeri (MOFA) Chung Wen-cheng (鍾文正) melalui laporan yang disampaikan di persidangan Komisi Transportasi Yuan Legislatif, Senin.

Chung mengutip statistik Biro Pariwisata yang menunjukkan, dari Agustus hingga Desember tahun lalu, jumlah pengunjung dari negara-negara yang diberi perlakuan pelonggaran visa melampaui 150 ribu orang, mencatat pertumbuhan 22%, dengan pengunjung dari Kamboja, Thailand dan Brunei mencatat pertumbuhan jumlah paling banyak.

Chung Wen-cheng mengatakan, “Saat ini kita memberi perlakuan bebas bisa kepada warga Thailand dan Brunei, dan melaksanakan sistem permohonan visa elektronik terhadap warga Filipina. Semua ini masih dalam masa percobaan setahun. Pertengahan tahun nanti, kami akan mengadakan perundingan dengan lembaga berwenang, mengevaluasi hasil serta masalah yang dihadapi dalam masa percobaan, baru akan memutuskan apakah akan meneruskannya.”

Chung menambahkan, MOFA saat ini juga dengan aktif merundingkan diberikannya perlakuan yang sama bagi warga Taiwan dari negara-negara Asia Tenggara lain. Ini, tegas Chung, juga akan dipertimbangkan ketika MOFA merevisi kebijakan tersebut.