QR Code
 

Tebar Keramahan Taiwan Situs FRNCi Rangkul 50 Negara

2017-04-21
  • 「FRNCi」旅行交友平台

    「FRNCi」旅行交友平台

    李品汶(右二)和程逸蓁(右一)以「FRNCi」旅行交友平台,參加教育部大專畢業生創業服務計畫,在活動兩階段分別獲得35萬及30萬的創業補助。(李品汶提供)

(Taiwan, ROC) Seorang pecinta backpacking Lee Jin-wen berusia 24 tahun selama 3 tahun terakhir ini telah melalang buana ke 20 lebih negara, ia berharap membawa keramahan Taiwan ke dunia internasional untuk itu pada Juni 2016 membentuk situs “Persahabatan Pelancong” agar pelancong manca negara yang berwisata ke Taiwan melalui situ ini bisa mendapatkan teman di Taiwan yang memiliki minat, bahasa yang sama dan lainnya untuk memperluas perjalanan yang otentik di pulau Formosa.

 

Lee Jing-wen sejak masa kuliah mulai senang berwisata sendirian dan dalam perjalanannya kerap kali berbagi keindahan Taiwan pada orang yang ditemuinya, berharap dapat meningkat citra Taiwan di mata orang asing. Lee Jing-wen mengatakan, sekarang ini informasi wisata setiap negara sudah tersedia, namun pada kenyataannya setelah berwisata seringkali tidak dapat mengunjungi “tempat paling otentik” negara yang dikunjungi dan baru kemudian ia menyadari hal ini karena kurang “teman”.
  

Lee Jing-wen menyampaikan, ia ingin agar saat wisatawan manca negara datang ke Taiwan tidak merasakan hal seperti itu, untuk itu setelah lulus kuliah jurusan manajemen Universitas Chengchi, ia bersama Cheng Yu-zhen (程逸蓁) mendirikan perusahaan inovatif, dan tahun kemarin membangun situs “FRNCi” sebagai situs persahabatan pelancong agar masyarakat dalam dan luar negeri dapat mencari teman yang tepat untuk “menemani” menjelajahi pelosok dan kehidupan otentik Taiwan.

 

Lee membeberkan, situs jalinan persahbatan yang menggunakan Bahasa Inggris ini tidak dipunggut biaya, saat ini sudah ada 2000 orang pengguna, 70% adalah warga Taiwan, 30% lainnya warga asing yang kebanyakan adalah warga Hongkong, Macau, Singapura, Malaysia, Jepang dan Korea; pada bagian warga Taiwan 80% darinya selain bisa berbahasa Inggris mereka juga bisa berbahasa lain seperti Bahasa Jepang, Korea, Thailan atau Cantonese. Masyarakat dunia juga dapat memberikan penilaian, kritik dan saran.

 

Lee Jing-wen juga mengungkapkan, pernah ada seorang koki perempuan Swiss berusia 30 tahun, setelah melihat perkenalan kuliner Taiwan di televise langsung bertekad mengajak ibunya dating ke Taiwan, dan melalui “FRNCi” ia berkenalan dengan koki Taiwan yang mengajak nya ke pasar tradisional Pingjiang, saat itu ia bertemu dengan seorang berusia 60 tahunan yang pernah bekerja menjadi koki di salah satu restaurant di Paris, fasih berbahasa Perancis sehingga koki dari Swiss ini sangat terkesan dengan perjalanan ke Taiwan ini.