QR Code
 

Museum HAM Nasional Merilis Video Dokumenter Sejarah Tragedi Teror Putih

2017-04-21
  • Museum HAM Nasional Merilis Video Dokumenter Sejarah Tragedi Teror Putih

    Museum HAM Nasional Merilis Video Dokumenter Sejarah Tragedi Teror Putih

    Museum HAM Nasional Merilis Video Dokumenter Sejarah Tragedi Teror Putih

 (Taiwan, ROC) – Museum Hak Asasi Manusia Nasional pada hari Jumat tanggal 21 April menggelar jumpa pers di Yuan Legislatif dengan merilis video dokumenter catatan sejarah perjalanan korban kekerasan politik yang bertajuk “Perjalanan Gelap”. Video documenter tersebut mencakup 9 pernyataan para korban tragedi teror putih di masa lampau, dengan menjelaskan situasi dan konsisi yang sebenarnya terjadi kala itu. Para korban yang awalnya adalah pelajar asal Daratan Tiongkok, dikenakan sebutan “Bandit dan spionase”, sehingga ditangkap oleh aparat pemerintah.

 

Merujuk kepada penjelasan oleh Badan Pengendalian Masa Darurat Militer Kawasan Khusus Taiwan, pada tahun 1950 an situasi dalam negeri memasuki era perang saudara, sementara situasi dunia internasional tengah berada pada masa perang dingin. Dengan mengacu kepada peraturan dan undang-undang darurat militer yang dipergunakan saat itu, pihak pemerintah telah menembak mati lebih dari 2.000 orang, mengurung lebih dari 16 ribu orang. Semua tindakan ini dilakukan guna menekan terjadinya tindakan “Anti Perang Saudara, Anti Penindasan, Anti Kelaparan”, yang berkelanjutan dengan tumbuhnya prinsip demokrasi baru pada akhirnya.

 

Ketua Panitia Pelaksana Persiapan Museum HAM Nasional Wang Yu-chun王逸群menjelaskan bahwa melalui video documenter ini, maka kita dapat mengembalikan sejarah masa lalu, sehingga mampu menyediakan materi dan bukti yang lebih nyata kepada para pelajar atau generasi muda berkenaan dengan apa yang pernah terjadi sebelumnya.

 

Wang Yu-chun mengatakan,  “Selain persiapan yang telah diselesaikan, namun masih harus terus dilanjutkan, dengan adanya pengadaan bukti sejarah seperti yang dilakukan saat ini, maka mampu melestarikan apa yang sebelumnya mungkin tidak berani diutarakan atau disebutkan ke publik.”

 

Legislator Kao Chin Su-mei yang turut hadir dalam jumpa pers tersebut menjelaskan bahwa apa yang telah dilakukan saat ini masih belum cukup. Ia sendiri akan mengirimkan surat kepada Museum HAM Nasional untuk dapat melakukan lebih banyak lagi, terkait pengumpulan bukti sejarah masa lalu, khususnya yang berasal dari para korban dan keluarga tragedy teror putih.