QR Code

Presiden : Saya Bukan Diktaktor Berkeinginan Kuat Reformasi

2017-05-19
  • Presiden Tsai Ing-wen

    Presiden Tsai Ing-wen

    Presiden Tsai Ing-wen

(Taiwan, ROC) Presiden Tsai Ing-wen hari Jumat (19/5) pagi menggunakan kesempatan bertemu dengan rombongan “Media Asing kembali ke tanah air 2017” untuk membicarakan pelantikan. Beberapa hari ini jajak pendapat memperlihatkan penurunan dibandingkan dengan saat awal ia menjabat sebagai presiden, Tsai Ing-wen menyampaikan, sebelum tidak ada presiden yang pada tahun pertama periode pertama mencanangkan reformasi karena ini sangat sulit, dari sudut jajak pendapat ini bukanlah pilihan yang terbaik. Presiden mengemukakan, tahun lalu saat ia menjabat sebagai presiden, ketika melihat banyak masalah yang sebelumnya tidak ada orang yang bersedia menghadapinya, ia memberitahukan dirinya bahwa ia harus menyelesaikan masalah-masalah ini. Masa bakti setiap pemerintahan sangat terbatas, asalkan reformasi berjalan dengan lancer maka tidak perlu takut menyakiti siapapun.

 

Presiden juga mengemukakan, banyak orang berharap pertarungan reformasi dapat segera usai, namun ia juga mengingatkan semua, reformasi harus dilaksanakan sekelompok orang, seluruh warga negara, harus bersama-sama, bukan hanya pemerintah dan beberapa orang saja yang maju ke depan, yang lainnya tertinggal di belakang. Ia juga menegaskan ia tidak dapat melakukannya sendirian tetapi memiliki keinginan kuat untuk reformasi.

 

Presiden mengatakan,  “Saya tahu semua mengharapkan pertarungan reformasi dapat segera diselesaikan, tetapi kami adalah negara demokrasi, Taiwan tidak boleh kembali ke era otoriter. Apabila tidak dapat tahan dengan perseteruan, bagaimana kami dapat merangkul masyarakat yang demokrasi? Saya bukan orang politik yang diktaktor, saya berada di bawah naungan demokrasi, memiliki tekad untuk memimpin reformasi, dan apa yang kami lakukan adalah reformasi yang mana presiden-presiden sebelumnya ingin melakukan tetapi tidak dapat melaksanakan.”

 

Presiden Tsai juga menekankan, dalam upaya mempromosikan pembangunan hubungan antar selat Taiwan yang stabil dan penanganan secara damai, “status quo” merupakan prinsip pemerintah, apa yang ia janjikan sebelumnya tidak pernah berubah. Presiden menyampaikan, ini adalah era baru, karena masyarakat Taiwan berharap adanya era yang baru, ia berharap pemimpin antar selat Taiwan dapat melihat dari sisi yang benar dan dapat menafsirkan makna dari pemilu tahun lalu serta bersama-sama menghadapi masalah antar selat Taiwan.

 

Presiden mengatakan, “Saya berharap pemimpin antar selat Taiwan dapat melihat dan menafsirkan dengan benar pemilu tahun lalu, sejak tahun lalu Taiwan terus menyampaikan itikad baik. Pertanyaan lama seharusnya dibiarkan berlalu dan pertanyaan baru diangkat menjadi topik baru. Bagaimana pemimpin antar selat Taiwan bersama-sama mempertahankan kemakmuran dan memelihara perdamaian antar selat Taiwan, ini barulah menjadi topik baru.”

 

Terkait dengan hubungan diplomatik dan pemanasan global, presiden mengemukakan, selama satu tahun lalu kualitas hubungan dan pertukaran Taiwan dengan Amerika Serikat, Jepang, Eropa dan lainnya mengalami kemajuan, ia juga sempat 2 kali melakukan kunjungan dan mempererat hubungan dengan negara sahabat yang memiliki hubungan diplomatik di Amerika Selatan. Beberapa hari lalu secara resmi mengubah nama Asosiasi Hubungan Asia Timur menjadi Asosiasi Pertukaran Taiwan – Jepang, dari pihak Jepang mengutus pejabat tingkat deputi datang ke Taiwan, hal ini memperlihatkan hubungan Taiwan dan Jepang terus berkembang.