QR Code
 

Taiwan menuntut Panama menangani keberlakuan perjanjian bilateral berdasarkan pasal dan isi perjanjian

2017-07-17
  • Taiwan dan Panama telah menghentikan hubungan diplomatik, tapi ini tidak mempengaruhi perkembangan perdagangan kopi kedua negara

    Taiwan dan Panama telah menghentikan hubungan diplomatik, tapi ini tidak mempengaruhi perkembangan perdagangan kopi kedua negara

    Taiwan dan Panama telah menghentikan hubungan diplomatik, tapi ini tidak mempengaruhi perkembangan perdagangan kopi kedua negara. (Foto: CNA)

(Taiwan, ROC) Pemerintah Republik Tiongkok menuntut Panama untuk menangani keberlakuan perjanjian bilateral yang menyangkut masalah ekonomi, perdagangan dan hak serta keuntungan rakyat, berdasarkan pasal serta isi perjanjian yang telah disetujui.

Demikian berdasarkan keterangan pers yang dirilis oleh Kementrian Luar Negeri (MOFA) pada hari Senin, untuk menerangkan lebih lanjut isi pernyataan yang dipublikasi beberapa hari lalu perihal keputusan Panama menghentikan hubungan diplomatik dengan Taiwan pada 10 Juli.

Dalam pernyataan tersebut, MOFA menegaskan, Taiwan dan Panama telah menghentikan hubungan diplomatik, tapi interaksi antar rakyat kedua pihak akan diteruskan, maka berdasarkan prinsip undang-undang perjanjian internasional, kecuali basis perjanjian tersebut adalah hubungan diplomatik, efek dari perjanjian yang telah ditandatangani sebelumnya tidak akan terpengaruh.

Perihal pernyataan Panama bahwa semua perjanjian bilateral akan tidak lagi berlaku setelah memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan, MOFA mengemukakan, perjanjian antar negara tidak boleh dinyatakan sebagai tidak berlaku hanya olah satu pihak saja.

Perjanjian perdagangan bebas, misalnya, tidak menetapkan premis keberlakuannya pada hubungan diplomatik, maka akan tetap berlaku meskipun Taiwan dan Panama telah menghentikan hubungan diplomatik; namun berdasarkan faktor yang sama, perjanjian kerja sama sukarelawan Yayasan Perkembangan Internasional yang diteken pada 1999 dipastikan tidak lagi berlaku.