QR Code
 

Data Informasi Interpol Dan Universiade

2017-08-12
  • Data Informasi Interpol Dan Universiade

    Data Informasi Interpol Dan Universiade

    Jelang Taipei Universiade 2017, Taiwan menghubungi Interpol dengan harapan dapat menggunakan sistem informasi Interpol agar dapat meminimalkan masuknya pelaku-pelaku yang dicurigai memiliki catatan kriminal. (Foto : CNA)

(Taiwan/ROC) –Guna menyambut Taipei Universiade 2017, Taiwan mencoba menghubungi Organisasi Polisi Kriminalitas Internasional (Interpol) dengan harapan dapat menggunakan sistem informasi Interpol agar dapat meminimalkan masuknya pelaku-pelaku yang dicurigai memiliki catatan kriminal. Namun pihak interpol tidak menanggapi dan kali ini juga tidak menunjukkan tanda respon positif.

Jelang Universiade yang akan segera digelar pada 19 Agustus mendatang, Walikota Taipei Ko Wen-je (柯文哲) mengatakan bahwa, masih ada 10% data dari para atlet yang masih belum terlengkapi. Beliau menambahkan, selain Interpol telah lama menolak Taiwan, data-data tersebut harus bergantung pada Amerika dan Jepang untuk diketahui.

Kantor Perwakilan Republik Tiongkok di Perancis biasanya bertanggung jawab untuk menghubungi Kantor Pusat Interpol yang berada di Lyon Perancis. Namun setelah melakukan komunikasi selama bertahun-tahun Interpol tidak menunjukkan respon positif dan tidak memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh media Taiwan.

Kepala Kantor Perwakilan Republik Tiongkok di Perancis, Zhang Ming-zhong(張銘忠), saat menerima wawancara mengatakan, organisasi interpol seperti tembok tinggi yang sulit ditembus. Walau staf kantor perwakilan memiliki tanggung jawab untuk melakukan komunikasi, tetapi jika ada komunikasi secara verbal maka akan sia sia, apalagi mereka sangat perduli akan komunikasi dengan Daratan Tiongkok.

Zhang Ming-zhong mengatakan, Universiade merupakan pentas kompetisi kelas dunia, guna menjamin keamanan seluruh peserta, dibutuhkan keterbukaan data dari setiap negara. Oleh karenanya, mencoba untuk berkomunikasi dengan Interpol, berharap dapat menggunakan sistem informasi Interpol (I-24/7), untuk mendapatkan informasi para pelaku kriminal. Sayangnya komunikasi ini tidak direspon positif oleh pihak Interpol, hanya menanggapi harus melalui Beijing.

Zhang Ming-zhong mengatakan, “Tetapi kita semua akan terus berusaha, ini tidak hanya melibatkan perwakilan Perancis, tetapi semua pihak perwakilan yang terlibat juga akan mengusahakan.”

Interpol mengalami pergantian nama pada tahun 1956 dari International Criminal Police Commission disingkat ICPC, saat ini terdapat 190 negara anggota

Republik Tiongkok juga merupakan salah satu anggota, tetapi setelah masuknya Daratan Tiongkok menjadi anggota pada tahun 1984, nama Republik Tiongkok diganti menjadi Tiongkok Taiwan. Perubahan ini tidak dapat diterima oleh Taiwan, yang kemudian dilanjutkan dengan pengunduran diri Taiwan dari keanggotaan Interpol.

Kepala Interpol saat ini dikepalai oleh Meng Hong-wei(孟宏偉) yang merupakan kebangsaan Daratan Tiongkok. Beliau terpilih pada rapat tahunan yang diadakan November tahun lalu, dan akan menjabat hingga tahun 2020.