QR Code
 

Presiden : Reformasi Hukum Tak Seperti Kapal yang Tidak Meninggalkan Jejak

2017-08-12
  • Presiden : Reformasi Hukum Tak Seperti Kapal yang Tidak Meninggalkan Jejak

    Presiden : Reformasi Hukum Tak Seperti Kapal yang Tidak Meninggalkan Jejak

    Presiden mengatakan, selama 10 bulan terakhir, telah melakukan 6 kali pertemuan persiapan dan 40 pertemuan di masing-masing tim, yang membahas lebih dari ratusan jam dan telah memperlihatkan hasil tahap awal. (Foto:Kantor Kepresidenan)

(Taiwan, ROC) – Pertemuan nasional tahap akhir pembahasan reformasi hukum, hari ini (12/8) mulai dibuka. Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) dalam pidatonya secara khusus mengatakan, meskipun saat ini penilaian dari juri belum menemukan hasil, namun kedepannya reformasi harus mengikutsertakan masyarakat agar hukum nasional masuk ke pengadilan. Kepala Negara menegaskan, pertemuan nasional bukanlah acara sembahyangan, tidak seperti kapal di air yang tidak meninggalkan jejak. Reformasi hukum kedepannya akan semakin lengkap dan tak bercelah.

Pertemuan nasional tahap akhir pembahasan reformasi hukum pagi hari ini (12/8) mulai dibuka di Kantor Kepresidenan dan langsung dipimpin oleh Presiden Tsai Ing-wen. Dalam pidatonya, Presiden mengatakan, selama 10 bulan terakhir, telah melakukan 6 kali pertemuan persiapan dan 40 pertemuan di masing-masing tim, yang membahas lebih dari ratusan jam dan telah memperlihatkan hasil tahap awal. Selain melakukan pemeriksaan pada hukum, juga akan mengajukan setiap permasalahan, dan setiap anggota dewan reformasi hukum juga akan memberikan masukan yang berguna dan berarti, sebagai dasar dari pemberlakuan reformasi di masa mendatang. Selain itu, dalam proses pembahasan, masyarakat juga mencapai banyak kesepakatan di berbagai topik yang menjadi arah dalam reformasi kedepannya.

Kepala Negara mengatakan, dibawah pengawasan dewan reformasi hukum, Dewan Hukum dan Kementerian Hukum telah mempercepat proses reformasi dengan memberikan usulan spesifik, termasuk membangun proses peradilan piramida, siaran langsung pengadilan, hakim multi fungsi, sistem pengawasan dan eliminasi, sistem evaluasi jaksa dan peningkatan efisiensi sistem jaksa, sangat menantikan respon postif masyarakat.

Kepala Negara secara khusus mengatakan, terkait reformasi sistem percobaan, meski belum ada kesimpulan menggunakan sistem juri atau percobaan, namun reformasi kedepannya pasti akan mengikutsertakan masyarakat. Kepala Negara mengatakan, “Saya mengerti dalam topik ini, banyak yang memiliki pengertian berbeda atas percobaan atau juri dan pertemuan pertim bukan untuk mengambil keputusan. Namun melalui diskusi, pada kenyataanya, Anda semua telah mencapai kesepatakan yang paling penting, yaitu sistem saat ini kurang lengkap dan harus di revisi. Reformasi kedepanya juga akan mengikutsertakan masyarakat, agar hukum nasional masuk ke pengadilan.”

Presiden mengatakan, beliau mengerti bahwa reformasi bukanlah seperti sulap, tidak mungkin langsung maksimal. Dalam proses pembahasan, terhadap isi reformasi, pandangan yang berbeda atau pada topik tertentu, masyarakat butuh waktu untuk mengerti. Ini adalah gambaran demokrasi.

Terakhir Presiden menegaskan, pertemuan nasional bukanlah acara sembahyangan, apa yang dibahas tetap akan tercatat. Dalam proses pembuatan hukum nantinya, akan meminta pendapat masyarakat agar reformasi hukum dapat lebih sempurna dan tak bercelah.