QR Code
 

Perdana Menteri: Berharap Agar Daratan Tiongkok Tidak Merusak Kebijakan Arah Selatan Baru

2017-10-13
  • Perdana Menteri: Berharap Agar Daratan Tiongkok Tidak Merusak Kebijakan Arah Selatan Baru

    Perdana Menteri: Berharap Agar Daratan Tiongkok Tidak Merusak Kebijakan Arah Selatan Baru

    Perdana Menteri: Berharap Agar Daratan Tiongkok Tidak Merusak Kebijakan Arah Selatan Baru

(Taiwan/ROC) --- Terkait dengan Kebijakan Arah Selatan Baru yang sedang dipromosikan oleh Pemerintah Taiwan, Perdana Menteri William Lai pada Jumat (13/10) mengemukakan bahwa tujuan dari kebijakan bukan ingin bersaing dengan kebijakan Daratan Tiongkok yakni One Belt and One Road Initiative (OBOR). Ia menambahkan melalui kebijakan ini perindustrian Taiwan dapat masuk  dan berkembang di negara-negara sasaran. Perdana Menteri Lai juga menambahkan bahwa selama Taiwan menghormati kebijakan OBOR Daratan Tiongkok, dan berharap agar Daratan Tiongkok mampu melakukan hal yang sama.

 

Presiden Tsai Ing-wen dalam upacara pembukaan Yushan Forum menyampaikan bahwa Kebijakan Arah Selatan Baru yang dipromosikan oleh Pemerintahn Democratic Progressive Party (DPP) terhadap kebijakan OBOR tidak memiliki prinsip saling menyaingi melainkan saling melengkapi.

 

Terhadap hal ini, anggota legislator Partai Kuo Min Tang (KMT) Li Yan-xiu 李彥秀 menanyakan bahwa hubungan lintas selat harus memiliki dasar, bagaimana dapat bersama dengan kebijakan OBOR saling melengkapi? Apakah ini hanya harapan belaka Taiwan saja? Perdana Menteri William Lai mengemukakan bahwa sikap Taiwan terhadap kebijakan Daratan Tiongkok meliputi OBOR dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) adalah saling menghargai, dan berharap Taiwan juga mendapat perlakuan yang sama atau bahkan bisa saling bekerja sama.

 

Perdana Menteri Lai mengatakan, “Yang pertama adalah bahwa sikap Taiwan terhadap kebijakan Daratan Tiongkok, baik OBOR atau RCEP adalah saling menghargai. Kami juga berharap mendapatkan perlakuan yang sama terhadap Kebijakan Arah Selatan Baru dan ODA. Atau bahkan dapat saling bekerja sama, dan yang terpenting adalah jangan saling merusak”.

 

Ia juga menekankan bahwa Kebijakan Arah Selatan Baru yang dibentuk Pemerintah Taiwan bukan untuk menyaingi kebijakan Daratan Tiongkok, melainkan adalah untuk mengembangkan perindustrian Taiwan dalam pasar negara yang menjadi sasaran Kebijakan Arah Selatan Baru.

 

Dan terhadap hubungan antar selat, Perdana Menteri William Lai mengemukakan bahwa hubungan antar selat saat ini sangat membantu Taiwan dalam dunia internasional. Presiden Tsai Ing-wen telah sekali lagi mengumumkan niat baik nya dan telah berjanji tidak akan berubah. Tetapi niat baik ini tentunya harus dilakukan oleh kedua pihak, dan berharap bahwa  Daratan Tiongkok dapat memberikan responnya.

 

Selain  itu, Presiden Tsai Ing-wen sekali lagi menunjuk James Soong menjabat sebagai Wakil Taiwan untuk Konferensi Tingkat Tinggi APEC. James Soong juga mengatakan bahwa ia mewakili Chinese Taipei. Li Yan-xiu juga mempertanyakan perihal isu Taiwan Merdeka di kubu internal partai DPP apakah terdapat gangguan. Perdana Menteri William Lai menambahkan bahwa pada APEC sebelumnya juga menggunakan nama Chinese Taipei sebagai nama perwakilan dan dirasa juga tidak memiliki gangguan gangguan berarti.