QR Code

MOFA : Terus Pantau Kondisi Israel dan Tidak Pindahkan Kantor Perwakilan

2017-12-07
  • MOFA : Terus Pantau Kondisi Israel dan Tidak Pindahkan Kantor Perwakilan

    MOFA : Terus Pantau Kondisi Israel dan Tidak Pindahkan Kantor Perwakilan

    Jubir MOFA Andrew Lee pada hari ini merespon status Israel mengatakan, dikarenakan unsur sejarah dan agama, membuat topik Amerika mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel menjadi sangat sensitif, MOFA juga terus mengawasi hal ini.(Foto:CNA)

(Taiwan, ROC) – Terhadap pernyataan Presiden Amerika Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel dan akan memindahkan Kantor Kedutaannya kesana, juru bicara Kementerian Luar Negeri (MOFA) Andrew Lee (李憲章) pada hari ini merespon hal tersebut mengatakan, dikarenakan unsur sejarah dan agama, membuat topik Amerika mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel menjadi sangat sensitif, MOFA juga terus mengawasi hal ini. Andrew Lee juga mengatakan, pemerintah saat ini tidak berkeinginan untuk memindahkan Kantor Perwakilan Republik Tiongkok di Tel Aviv ke Yerusalem.

Andrew Lee mengatakan, “Diminta Kantor Perwakilan Republik Tiongkok di Amerika terus memantau informasi, termasuk Departemen Asia-Afrika dengan Kantor Perwakilan terkait untuk terus memantau kondisi di kawasan Israel dan negara-negara terkait dunia Arab. Meskipun Israel mempunyai pengakuan sepertti ini, namun kita sama dengan negara-negara kebanyakan, meletakkan Kantor Perwakilan kita di Tel Aviv.”

MOFA menyerukan Israel dan Palestina dapat meyelesaikan pertikaian dengan cara damai, mencari jalan damai yang dapat diterima oleh kedua pihak, mencari penyelesaian terbaik bagi masyarakat kedua belah pihak.

Selain itu, Palestina mengumumkan tanggal 6 hingga 8 sebagai “hari protes”. MOFA mengingatkan bagi masyarakat Taiwan yang akan berkunjung kesana, diharapkan terus pantau kondsi terbaru dan sebisa mungkin menghindari tempat-tempat keramaian. Kantor Perwakilan setempat juga mengingatkan masyarakat agar terus jaga keamanan diri.