QR Code

8 Pelaku Narkoba Asal Taiwan di Indonesia Terancam Hukuman Mati

2018-01-11
  • 8 Pelaku Narkoba Asal Taiwan di Indonesia Terancam Hukuman Mati

    8 Pelaku Narkoba Asal Taiwan di Indonesia Terancam Hukuman Mati

    Simulasi kejadian dan proses kejadian penyelundupan narkoba. (Foto:CNA)

(Taiwan, ROC) – Beberapa saat yang lalu, Indonesia telah memecahkan kasus penyelundupan amfetamina terbesar dengan menahan 8 pelaku berkewarganegaraan Taiwan yang telah menjalani proses pengadilan pada tanggal 10 Januari. Pihak Kejaksaan mengatakan, berdasarkan hukum, para pelaku ini dapat dijatuhi hukuman mati. Apabila telah diputuskan hukuman mati, maka pelaku kasus narkoba berkewarganegaraan Taiwan yang dihukum mati Indonesia bertambah menjadi 19 orang.

Pihak Kepolisian Indonesia pada bulan Juli tahun lalu, berhasil memecahkan kasus penyelundupan amfetamina terbesar dengan menyita 1 ton amfetamina asal Daratan Tiongkok. Pihak Kepolisian mengatakan, kebanyakan pelaku dalam kasus ini adalah warga Taiwan, salah satunya menjadi dalang kasus ini telah ditembak mati saat berusaha melarikan diri saat ditangkap.

Selain itu, telah diketahui identitas 3 pelaku warga Taiwan diantaranya, Hsu Yong-li (徐勇立) berusia 35 tahun, Liao Guan-yu (廖冠宇) berusia 22 tahun dan Chen Wei-quan (陳威全) berusia 21 tahun.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada tanggal 10 membuka kasus terkait. Jaksa Abun Hasbullah mengatakan, berdasarkan Undang-Undang pasal 114 tahun 2009 tentang Narkotika, menuntut kedelapan pelaku penyelundupan dan penjualan amfetamina dengan hukuman mati.

Abun Hasbullah mengatakan, kedelapan pelaku terbagi atas 2 tim diantaranya Hsu Yong-li, Liao Guan-yu dan Chen Wei-quan bertugas menjemput 1 ton amfetamina di pantai anyer, Banten. Kemudian, 5 pelaku lainnya dengan menggunakan kapal wonderlust dari Taiwan mengantar 1 ton amfetamina hingga ke Indonesia.

Jaksa penuntut mengatakan, Hsu Yong-li dibayar 120 juta rupiah oleh gerombolan narkoba untuk menjemput barang. Liao Guan-yu dan Chen Wei-quan dibayar 80 juta rupiah untuk mengangkut dan menurunkan narkoba dari kapal wonderlust. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan akan melanjutkan sidang penyelidikan pada pekan depan.

Berdasarkan kasus kriminal narkoba di Indonesia sebelumnya, penyelundup 1 kg amfetamina dijatuhi hukuman mati. Para 8 pelaku warga Taiwan penyelundup 1 ton amfetamina, kemungkinan untuk dijatuhi hukuman mati sangat tinggi.

Pemerintah Indonesia sedang bersih keras memberantas kasus narkoba dan para pelaku warga negara asing, kebanyakan dijatuhi hukuman berat.

Berdasarkan data pihak Indonesia, saat ini sudah ada 11 pelaku berkewarganegaraan Taiwan yang di hukum mati dengan 5 diantaranya ditembak mati oleh pihak Kepolisian Indonesia saat mencoba melarikan diri. Jika Hsu Yong-li, Liao Guan-yu, Chen Wei-quan dan yang lainnya dihukum mati, maka jumlah pelaku kejahatan narkoba asal Taiwan yang dihukum mati di Indonesia menembus angka tertinggi baru, sebanyak 19 orang.