QR Code

Dampak Meratanya Penggunaan Kendaraan Berbahan Bakar Listrik

2018-01-13
  • Dampak Meratanya Penggunaan Kendaraan Berbahan Bakar Listrik

    Dampak Meratanya Penggunaan Kendaraan Berbahan Bakar Listrik

    Dampak Meratanya Penggunaan Kendaraan Berbahan Bakar Listrik

(Taiwan/ROC) --- Pemerintah kini tengah mendorong penggunaan kendaraan berbahan bakar listrik. Hal ini tentunya akan meningkatkan daya penggunaan listrik. Terkait hal ini, Taipower pada Jumat (12/1) mengatakan bahwa jumlah kendaraan berbahan bakar listrik pada tahap awal telah berjumlah 2 juta unit. Perihal penggunaan listrik juga tidak terdapat masalah. Taipower menambahkan akan menerapkan beberapa inovasi untuk memastikan kestabilan pasokan listrik dan efisiensi dari pusat pembangkit listrik yang bekerja selama 24 jam. Inovasi ini meliputi alat pengukur listrik cerdas yang mampu menjaga kestabilan suplai listrik di saat jam-jam sibuk.

 

Yuan Eksekutif menyatakan bahwa pada tahun 2035 akan melarang penjualan kendaraan roda 2 dengan bahan bakar minyak, dan pada tahun 2040 akan melarang penjualan kendaraan roda 4 berbahan bakar minyak. Ini merupakan era datanya pemerataan kendaraan berbahan bakar listrik. Hal ini tentunya juga mendapatkan pertanyaan dari berbagai pihak, terkait dengan pasokan listrik yang harus disediakan.

 

Taipower mengemukakan bahwa hal ini telah dilakukan analisa semenjak 2 hingga 3 tahun lalu. Untuk tahap awal dengan kendaraan yang listrik yang berjumlah 2 juta unit ditambah dengan penggunaan listrik di jam sibuk, hal tersebut tidak mempengaruhi kestabilan suplai listrik. Jika penggunaan kendaraan listrik telah merata, maka harus dilakukan analisa mendalam berikutnya.

 

Namun, Taipower telah melakukan beberapa penelitian terkait hal ini. Untuk kendaraan roda 2, jika pemerataan penggunaannya telah berlaku, maka mereka akan menerapkan “meteran” cerdas, yang mana mampu membimbing para penggunanya, untuk mengisi bahan bakar listrik di jam-jam tidak sibuk. Untuk kendaraan roda 4 yang membutuhkan fleksibilitas lebih tinggi, maka akan diterapkan sebuah sistim penghematan berikutnya. Sistim ini akan melalui operator yang ditunjuk oleh Asosiasi masyarakat setempat bertindak sebagai penyedia listrik, dan Taipower akan bertindak sebagai pemandu dan pengatur waktu dari pengisian bahan bakar listrik dari operator tersebut. Wang Yao-ting (王耀庭) selaku Direktur Unit Distribusi Taipower, mengatakan, “Kami bertindak sebagai pengatur waktu dari pengisian bahan bakar listrik yang disediakan oleh operator. Kami akan menggunakan cara dengan melakukan pembagian harga, dengan kata lain ketika mobil pulang selepas bekerja, maka mobil tersebut dapat menggunakan waktu malam hari yang juga bukan merupakan jam sibuk untuk mengisi bahan bakar. Melalui sistim yang kami terapkan, kami akan menentukan mobil mana yang akan diisi terlebih dahulu. Tentunya hal ini juga patut didukung dengan mekanisme yang penuh fleksibilitas.”

 

Taipower menjelaskan bahwa dengan mekanisme yang lebih fleksibel, maka diharapkan pasokan suplai listrik tidak akan terpengaruh. Selain itu, unit pembangkit listrik juga dapat beroperasi dengan stabil selama 24 jam penuh.