QR Code

Audrey Tang Berbagi akan Pengalaman Sistim Demokrasi Taiwan

2018-03-13
  • Audrey Tang Berbagi akan Pengalaman Sistim Demokrasi Taiwan

    Audrey Tang Berbagi akan Pengalaman Sistim Demokrasi Taiwan

    Audrey Tang Berbagi akan Pengalaman Sistim Demokrasi Taiwan

(Taiwan/ROC) --- Anggota dewan Audrey Tang (唐鳳) beberapa hari lalu diundang ke Vatikan untuk berpartisipasi dalam sebuah seminar “Akademisi Kepausan Vatikan”. Dalam kesempatan tersebut, Audrey Tang berbagi akan pengalaman demokrasi dunia digital Taiwan. Audrey Tang mengemukakan bahwa ini merupakan undangan yang diajukan oleh anggota parlemen Italia dan membagikan pengalaman Taiwan akan sistim yang demokratis. Ia menambahkan bahwa nilai demokrasi di Taiwan telah mencapai kematangannya, sehingga mampu menghadirkan komunikasi yang berdasar atas nilai keberagaman. Selain itu, Audrey Tang juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan hackathon di Vatikan. Kegiatan hackathon ini juga diikuti oleh negara-negara lain di dunia.

 

Daratan Tiongkok dan Vatikan diperkirakan akan menandatangani perjanjian penunjukan uskup, hal ini tentunya akan mempengaruhi hubungan diplomatik Taiwan dengan Vatikan. Anggota dewan Audrey Tang pada Sabtu (10/3) menerima undangan Vatikan untuk mengikuti seminar “Akademisi Kepausan” disana. Dalam seminar ini, Audrey Tang diketahui berbagi akan pengalaman Taiwan dalam sistim yang demokratis dan membahas isu-isu terkait kecerdasan buatan (AI).

 

Dalam sebuah wawancara pada Selasa (13/3) Audrey Tang mengemukakan bahwa kedatangannya kali ini merupakan undangan dari teman-teman anggota parlemen Italia. Yang menjadi fokus dalam pertemuan kali ini adalah akan matangya sistim demokrasi Taiwan yang berbuah komunikasi dengan berdasar pada nilai keberagaman. Hal ini juga pernah disebutkan oleh Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) saat pidato pelantikannya. Audrey Tang diketahui juga sempat memperlihatkan foto dari Kepala Negara kepada peserta seminar. Audrey Tang mengatakan, “Fokus kali ini adalah membicarakan sistim demokrasi Taiwan yang telah matang. Sistim ini mampu berkembang menjadi komunikasi yang berdasar pada nilai-nilai kemajemukan. Hal ini juga pernah disampaikan oleh Kepala Negara di saat pidato pelantikannya”.

 

Selain berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, Audrey Tang juga menyempatkan diri untuk mengikuti kegiatan hackathon yang digelar di Vatikan. Selain itu, ia juga diketahui melakukan pertukaran dengan pejabat terkait, guna membahas isu pengungsian. Audrey Tang mengatakan, “Melalui kesempatan ini, saya ingin melakukan pertukaran dan pembahasan kepada para anggota yang hadir dalam kegiatan hackathon kali ini, meliputi pejabat terkait imigrasi dan pengungsi, Pangeran Liechtenstein serta seluruh teman yang ada di tempat ini”.

 

Menanggapi pertanyaan media perihal ketidakpastian hubungan diplomatik antar Taiwan dengan Vatikan yang mendapat tekanan dari Daratan Tiongkok, Audrey Tang menjawab bahwa isu yang mereka diskusikan adalah perihal pembangunan jangka panjang, sehingga dirasa tidak akan mendapatkan tekanan. Ia percaya bahwa seluruh dialog dan kegiatan yang digelar, sedikit banyak akan membantu hubungan diplomatik Taiwan dengan Vatikan.