QR Code

Keputusan MA Taiwan Terhadap Kasus Demonstrasi 318 Mampu Memberikan Dampak Langsung bagi Pemerintahan Taiwan di Masa Mendatang

2018-03-13
  • Keputusan MA Taiwan Terhadap Kasus Demonstrasi 318 Mampu Memberikan Dampak Langsung bagi Pemerintahan Taiwan di Masa Mendatang

    Keputusan MA Taiwan Terhadap Kasus Demonstrasi 318 Mampu Memberikan Dampak Langsung bagi Pemerintahan Taiwan di Masa Mendatang

    Keputusan MA Taiwan Terhadap Kasus Demonstrasi 318 Mampu Memberikan Dampak Langsung bagi Pemerintahan Taiwan di Masa Mendatang

(Taiwan/ROC) --- Terkait akan kasus demonstrasi 318 yang sempat memboikot Gedung Yuan Legislatif, Mahkamah Agung Taiwan pada Selasa (13/3) memutuskan bahwa 22 mahasiswa yang tergugat, termasuk Lin Fei-fan (林飛帆), Chen Wei-ting (陳為廷)  dan Huang Kuo-chang (黃國昌) dinyatakan tidak bersalah.

 

Kasus demontrasi 318 atau yang lebih dikenal dengan Gerakan Mahasiswa Bunga Matahari, terjadi pada 4 tahun lalu. Pengadilan tinggi Kota Taipei pada akhir Maret tahun lalu, berdasarkan atas hukum peraturan ketidakpatuhan, 22 mahasiswa yang dituntut tersebut, dinyatakan tidak bersalah. Setelah pengadilan tinggi Kota Taipei gagal menjatuhkan vonisnya, kasus ini kembali dibawa ke Mahkamah Agung Taiwan pada April tahun lalu.

 

Juru bicara MA Chiou Jong-yi (邱忠義) pada Selasa (13/3) mengemukakan bahwa 22 mahasiswa yang terlibat dalam aksi demonstrasi ini telah dinyatakan tidak bersalah oleh kedua lembaga peradilan tersebut. Pertimbangan yang diambil oleh Pengadilan Tinggi Negara tentu saja berbeda dengan Pengadilan Tinggi di Daerah.

 

Chiou Jong-yi mengatakan, “Pertimbangan yang diambil oleh pengadilan tinggi di daerah berdasarkan atas nilai ketidakpatuhan dan penolakan, memutuskan bahwa mereka tidak bersalah. Sedangkan jaksa penuntut tidak membahas akan perihal mahasiswa menduduki Yuan Legislatif, melainkan  mempertimbangkan akan cara penyampaian aspirasi. Jaksa menilai apakah cara yang diambil oleh para demonstran tersebut, memiliki hasutan atau pelecehan secara verbal. Sehingga dalam menetapkan vonis, dirasa tidak perlu berdasar akan pertimbangan nilai kepatuhan dan penolakan.

 

Chang Hui-li (張惠立) selaku Ketua Majelis Hakim sesaat setelah memuntuskan vonis, menyatakan bahwa di kala itu anggota legislator Zhang Qing-zhong (張慶忠) telah melanggar hasil dari perjanjian sesama anggota partai, yakni dengan meloloskan  Perjanjian Perdagangan Lintas Selat secara paksa. 22 mahasiswa tersebut bersama dengan seluruh anggota dari lapisan masyarakat berkumpul di Yuan Legislatif guna untuk menyampaikan opini dan ketidakpuasaan mereka akan keputusan yang diambil di kala itu. Walau unjuk rasa di kala tersebut dinilai telah menganggu kelancaran publik, tetapi tidak memiliki inisiatif untuk menyerang polisi.

 

Ia menambahkan, meskipun di saat kejadian terjadi peristiwa dorong mendorong, namun para demonstran tidak melakukan penyerangan kepada pihak keamanan.  Chang Hui-li menambahkan bahwa tidak ada yang terluka atas peristiwa ini. Sidang pengadilan merasa bahwa ketika anggota legislator gagal dalam menjalankan tugasnya, maka mereka harus dapat menerima kritik dan reaksi keras dari masyarakat luas.

 

Anggota legislator Huang Kuo-chang yang dikala tersebut merupakan salah satu peneliti Academia Sinica pada Selasa (13/3) hadir dalam persidangan. Ia mengemukakan bahwa keputusan vonis yang diambil pada hari ini akan mampu memberikan dampak bagi perkembangan politik Taiwan di masa mendatang.

 

Huang Kuo-chang mengemukakan bahwa Perjanjian Perdagangan Lintas Selat yang diloloskan secara paksa sudah jelas-jelas melanggar hukum konstitusional Taiwan. Ia menambahkan bahwa Pemerintahan sebelumnya dan anggota legislator Zhang Qing-zhong lah yang harus dinyatakan bersalah. Huang Kuo-chang juga berharap bahwa para hakim juga dapat menggunakan dasar yang sama dalam mengadili kasus “Demonstrasi 323”, yang sempat menduduki gedung Yuan Eksekutif. Dikarenakan anggota legislator telah gagal menyalahgunakan kekuasaannya dan melanggar hukum serta dirasa telah membelot dari konstitusional yang ada, sehingga menimbulkan protes dari masyrakat luas.