QR Code

Kerjasama Taiwan Jerman Atasi Polusi Udara

2018-03-14
  • Kerjasama Taiwan Jerman Atasi Polusi Udara

    Kerjasama Taiwan Jerman Atasi Polusi Udara

    Kerjasama Taiwan Jerman Atasi Polusi Udara

        (Taiwan, ROC) – Badan Administrasi Perlindungan Lingkungan Hidup atau EPA pada hari Rabu tanggal 14 Maret menggelar jumpa pers pengumuman pelaksanaan kerjasama antara Academia Sinica dengan tim riset dari Universität Bremen Jerman, yang akan khusus melakukan riset penelitian dengan menggunakan pesawat yang memuat instrumen presisi, yang merupakan pesawat dari Pusat Penelitian Luar Angkasa Jerman. Program penelitian tersebut dilakukan pada bagian lapisan udara di kawasan Taiwan dan Asia Timur. Penelitian ini akan sekaligus menganalisa dan mendata kandungan partikel dalam polusi udara yang diprediksi dihasilkan dari Daratan Tiongkok, sehingga turut serta mempengaruhi kualitas udara di Taiwan. Wakil Kepala Pusat Riset Perubahan Lingkungan Academia Sinica, Chou Chung-kuang menyampaikan bahwa pesawat yang memuat instrumen presisi tersebut akan terbang menuju Jepang, Korea dan Utara Taiwan, kemudian terbang menuju ke perairan Laut Selatan. Polusi udara yang terjadi, selain dipengaruhi oleh pencemaran polusi dari Daratan Tiongkok, terkadang juga karena polusi yang dihasilkan dari kawasan kepulauan di Laut Selatan.

        Kepala EPA, Lee Ying-yuan menjelaskan bahwa pihak EPA akan menurunkan pesawat tanpa awak untuk terbang di kawasan Taichung dengan ketinggian sekitar 100 hingga 500 meter, guna melakukan penelitian terkait asap polusi udara, sehingga bisa mengklarifikasi prediksi awal yang menyebutkan jika pencemaran udara terjadi akibat polusi yang ditimbulkan dari Pembangkit Listrik di Taichung.

        Lee Ying-yuan mengatakan, “Dalam penelitian kali ini, dengan tingkat ketinggian yang berbeda melakukan analisa berkenaan dengan bagaimana asal mula terjadinya polusi udara. Selain itu juga melakukan pengamatan dari cerobong asap pembangkit listrik tenaga api yang ada di sana. Partikel polusi yang terbang ke atas langit, mampu mencapai kawasan Puli, atau Yunlin dan Changhwa. Ini merupakan hasil kerjasama lintas kawasan, dan penelitian bersama.”

        Walikota Taichung Lin Chia-lung yang turut hadir dalam jumpa pers tersebut menyebutkan bahwa polusi yang dihasilkan oleh Pembangkit Listrik Tenaga Api hanya mencapai 14,5% dari total polusi yang berada di kawasan Taichung. Maka dengan adanya penelitian ini, akan mampu mengklarifikasi setiap persengketaan dan mencegah terjadinya konflik politik.

        Lee Ying-yuan menjelaskan bahwa kondisi polusi Taichung yang sebelumnya selalu berada dalam level merah, telah berkurang cukup banyak, namun masyarakat tentu masih tidak puas dengan hasil perbaikan pencemaran udara yang telah ada, dimana ini juga menjadi salah satu alasan untuk melakukan penelitian riset lebih lanjut. Lin Chia-lung menekankan bahwa mencegah terjadinya pencemaran merupakan tanggung jawab semua masyarakat, bukan hanya sebuah hal yang hanya dilakukan oleh petugas instansi ataupun politikus semata. Dengan adanya hasil riset penelitian seperti demikian, maka diharapkan mampu turut memperbaiki kondisi lingkungan hidup manusia.