QR Code

Kepolisian: Kasus Darurat Baru Ajukan Perizinan Akses IP Facebook

2018-04-16
  • Perjanjian kerjasama FB dengan Reserse Kriminal Kepolisian

    Perjanjian kerjasama FB dengan Reserse Kriminal Kepolisian

    Laporan transparansi internet Taiwan dari Taiwan Association for Human Rights

Taiwan Association for Human Rights pada hari Senin ini tanggal 16 April 2018 mengumumkan laporan transparansi internet Taiwan, didapati antara tahun 2015-2016 setidaknya ada 70.000 kali di mana pemerintah meminta data personal internet dari penyedia internet. Taiwan Association for Human Rights mengundang Lin Feng-yu林豐裕 Direktur Pencegahan Kejahatan Teknologi, Reserse Kriminal Kepolisian untuk memberikan penjelasan. 

Lin Feng-yu(林豐裕) mengutarakan, “Kira-kira ada beberapa hal yang penting, dia akan memberikan data informasi yang terkait, bagian lainnya walaupun kita telah meminta bantuannya, dia tidak memiliki kewajiban untuk membantu.”

Lin Feng-yu menjelaskan, walaupun facebook menjadi bagian dasar dalam penyelidikan kasus, jika dilihat dari sisi teknologi, belum tentu perlu mengakses data pribadi, dikarenakan isi dalam facebook terbuka untuk umum, untuk kasus darurat, pihak kepolisian baru meminta surat perijinan untuk mengakses data.

Lin Feng-yu menjelaskan, “Semisalkan tidak dirubah menjadi pembicaraan privasi, dianggap sebagai data publik, teknik pengumpulan data umumnya yang biasanya dapat diperoleh, tidak perlu diberi kode sandi atau pemeriksaan komunikasi atau pemeriksaan data, pembicaraan personal, akan tetapi kami yang perlu log-in, log-out (keluar-masuk) IP, dari IP bisa melacak data identitas seseorang, untuk hal darurat baru diperlukan, maka sebagian besar orang mengkhawatirkan data-data, sebagian besar orang secara otomatis telah mempublikasikan dan mengabaikan privasinya, pada dasarnya ini bukan melalui metode akses telekomunikasi tradisional.”