QR Code

Yuan Eksekutif : Pandangan PM Lai Terhadap Kebijakan Antar Selat Adalah Status Quo

2018-04-16
  • Jubir Yuan Eksekutif, Hsu Kuo-yung

    Jubir Yuan Eksekutif, Hsu Kuo-yung

    Jubir Yuan Eksekutif, Hsu Kuo-yung

(Taiwan, ROC) Perdana Menteri Lai Ching-de kemarin mengatakan setelah penyampaiannya bahwa dirinya sendiri adalah pelaksana Taiwan berdaulat, dilanjutkan penjelasan yang diberikan oleh Juru Bicara Yuan Eksekutif Hsu Kuo-yung(徐國勇), dalam kebijakan antar selat, selalu berpegang pada kepentingan pemerintah yakni mempertahankan status quo. Sehubungan dengan hal ini, Hsu Kuo-yung pada hari Senin ini tanggal 16 April 2018 menyampaikan, PM Lai Ching-de semenjak dini telah menyampaikan tetap mempertahankan status quo, kedua belah pihak ada ada persengketaan apapun.

PM Lai Ching-de telah beberapa kali menyampaikan kepada publik bahwa dirinya adalah praktisi Taiwan berdaulat, memicu pembahasan tentang persoalan ini. PM Lai pada tanggal 15 April 2018 mengemukakan, yang dimaksud dengan praktisi Taiwan berdaulat ada 3 hal pokok, diantaranya Taiwan adalah negara yang berdaulat, tidak perlu mempublikasikan lagi kemerdekaannya. Juru Bicara Yuan Eksekutif Hsu Kuo-yung pada tanggal 15 April malam hari melalui pers rilis mengemukakan, PM Lai pada sore hari secara khusus memberikan keterangan, dalam kebijakan antar selat, pemerintah tetap berpegang pada posisi yang sama yakni mempertahankan status quo.

Menekankan pandangan PM Lai atas kebijakan antar selat adalah mempertahankan status quo, Jubir Yuan Eksekutif Hsu Kuo-yung saat meneriwa wawancara menjelaskan, PM Lai pada pagi hari ini telah menerangkan kebijakan pemerintah mempertahankan status quo, tidak ada konflik yang terjadi pada saat PM Lai menyampaikan bahwa dirinya adalah praktisi Taiwan berdaulat, dikarenakan Republik Tiongkok adalah negara yang merdeka. Hsu Kuo-yung徐國勇mengatakan,“tidak mengkuatirkan beberapa kesalahpahaman, jika kita semua kilas balik, sebelumnya dalam sidang Yuan Legislatif ada respon pasif atas pandangan anggota kaukus, di sini, secara nyata, sebelumnya pernah disampaikan, mempertahankan status quo adalah kebijakan antar selat yang kami lakukan, ketika presiden diwawancarai pada saat itu juga akan menerangkan lebih jelas, inilah kebijakan antar selat yang kita terapkan, fundamental kebijakan ini sama sekali tidak berubah.

Hsu Kuo-yung menambahkan, PM Lai pada tanggal 15 April sebelumnya berencana untuk memberikan penjelasan kepada publik, akan tetapi banyak tugas yang harus dikerjakan, maka hal ini disampaikan melalui pers rilis, semua hal ini sebelumnya telah didiskusikan.