QR Code

14 Negara akan Turut Serta dalam Pelatihan Studi Internasional Inspeksi dan Diagnosa Enterovirus

2018-04-17
  • 14 Negara akan Turut Serta dalam Pelatihan Studi Internasional Inspeksi dan Diagnosa Enterovirus

    14 Negara akan Turut Serta dalam Pelatihan Studi Internasional Inspeksi dan Diagnosa Enterovirus

    14 Negara akan Turut Serta dalam Pelatihan Studi Internasional Inspeksi dan Diagnosa Enterovirus

(Taiwan/ROC) --- Taiwan dan Amerika Serikat yang tergabung dalam Kerangka Kerja Sama dan Pelatihan Global (GCTF) akan menggelar kegiatan pertama yang bertajuk Studi Internasional Inspeksi dan Diagnosa Enterovirus pada 23 April 2018 mendatang di Taipei. Direktur Divisi Amerika Utara, Kementerian Luar Negeri, Chen Li-kuo (陳立國) pada Selasa (17/4) melalui pernyataan di surat kabar Kemenlu mengemukakan bahwa diperkirakan akan ada 27 ahli yang berasal dari 14 negara akan tiba di Taiwan.

 

Chen Li-kuo mengatakan, “GCTF merupakan kegiatan pertama yang akan diikuti oleh Taiwan dan Amerika Serikat. Kegiatan ini akan berlangsung di Taipei pada 23 April hingga 26 April mendatang. Kemenlu (MOFA) bersama dengan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) dan Kantor Perwakilan Amerika Serikat untuk ROC (AIT) akan mengadakan Studi Internasional Inspeksi dan Diagnosa Enterovirus. Upacara pembukaannya sendiri akan digelar pada 23 April mendatang di Universitas Nasional Taiwan (NTU). Hingga saat ini, diperkirakan akan ada 27 ahli yang berasal dari 14 negara akan menghadiri pelatihan ini”.

 

Chen Li-kuo mengemukakan bahwa Taiwan dan Amerika Serikat pada Juni 2015 lalu telah menandatangani sebuah memorandum dan mengumumkan pembentukan Kerangka Kerja Sama dan Pelatihan Global (GCTF). Kerangka ini akan berkonsentrasi terhadap isu kawasan regional dan global yang menjadi fokus Taiwan dan Amerika Serikat, dengan menyelenggarakan pelatihan serta mengundang negara-negara terkait untuk berpartisipasi. Melalui platform ini, Taiwan dan Amerika Serikat tidak hanya dapat memperkokoh hubungan persahabatan, tetapi juga dapat membantu negara lain untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan komunikasi dengan para pejabat di negara-negara terkait. Kerangka ini juga dapat memberikan dampak positif bagi pertukaran dengan negara yang masuk ke dalam daftar Kebijakan Baru ke Arah Selatan dan mampu meningkatkan partisipasi Taiwan di panggung internasional serta memperkokoh hubungan di kawasan tersebut.

 

Chen Li-kuo melanjutkan bahwa sejauh ini kerangka GCTF telah menggelar 10 pelatihan yang meliputi; kesehatan masyarakat, pemberdayaan perempuan, perdagangan digital, komunikasi dan informasi, bantuan kemanusiaan dan sumber daya energi. Program pelatihan internasional ini telah mengundang lebih dari 200 pejabat pemerintah dan perwakilan swasta yang berasal dari Asia Tenggara, Asia Timur, Selandia Baru, Australia dan 31 negara lainnya.