QR Code

Peraturan Baru Ekonomi Imigran mampu Menjawab Persoalan Kekurangan Tenaga Kerja Domestik

2018-05-15
  • Peraturan Baru Ekonomi Imigran mampu Menjawab Persoalan Kekurangan Tenaga Kerja Domestik

    Peraturan Baru Ekonomi Imigran mampu Menjawab Persoalan Kekurangan Tenaga Kerja Domestik

    Peraturan Baru Ekonomi Imigran mampu Menjawab Persoalan Kekurangan Tenaga Kerja Domestik

(Taiwan/ROC) --- Perdana Menteri Yuan Eksekutif William Lai (賴清德) pada Selasa (15/5) menggelar pertemuan pers dan memimpin delegasi dari Dewan Pengembangan Nasional (NDC), Kementerian Ketenagakerjaaan (MOL), Kementerian Dalam Negeri (MOI), Kementerian Sains dan Teknologi (MOST), Dewan Urusan Perantauan (OCAC) dan Direktoral Jenderal Budjet, Akutansi dan Statistik (DGBAS) untuk memberikan laporan terkait Rancangan Undang Undang Ekonomi Imigran Baru. RUU tersebut memiliki 4 fokus yang mengatur sistim ketenagakerjaan, dan diantaranya persyaratan bagi tenaga teknis tingkat menengah bagi warga asing.

 

Tercatat hingga Bulan Agustus 2017, Taiwan kekurangan pekerja hingga 218.000 orang, di antaranya kekurangan tenaga teknis menengah yang mencapai 120.000 orang. RUU menetapkan bagi aturan bagi tenaga teknis menengah, yang terdiri dari teknisi dan asisten tenaga professional, operator teknik mesin dan tenaga ahli yang ditetapkan oleh pihak berwenang sebagai tenaga teknis jangka pendek. Target terapa RUU ini diantaranya adalah overseas student, overseas youth vocational training school, siswa yang berasal dari negara-negara Kebijakan Baru ke Arah Selatan.

 

Anggota DGBAS Chen Mei-ling (陳美伶) mengatakan untuk menjamin lapangan pekerjaan dan standar gaji masyarakat Taiwan, maka ditetapkan beberapa peraturan, meliputi; pemberian gaji bagi tenaga kerja industri sebesar NT$ 41.393 dan tenaga kerja kesejahteraan sosial sebesar NT$ 32.000.

 

Chen Mei-ling mengatakan, “Kami percaya dengan bergabungnya tenaga teknis menengah asing, tentu dapat membantu para pelaku usaha kita. Dan saya percaya para pelaku usaha tentu dapat menarik minat mereka dengan memberikan upah yang lebih tinggi.”

 

RUU ini juga mengatur akan perekrutan lansung tenaga teknis menengah asing. Yuan Eksekutif secara terpisah akan mengumumkan tanggal pemberlakuannya. RUU juga mengatur terkait akan jumlah kuota dan jenis sektor industri yang dapat menggunakan peraturan ini. William Lai mengemukakan bahwa RUU ini dijalankan atas reaksi dari kurangnya jumlah tenaga kerja professional di dalam negeri. Ia juga berharap bahwa dengan hadirnya RUU ini dapat mengimbangi jumlah peluang kerja di Taiwan.

 

William Lai mengatakan, “Terkait dengan perekrutan langsung, kami akan segera mengumumkan kapan akan segera diberlakukan. Dengan adanya RUU ini, kami berharap dapat mengimbangi jumlah peluang kerja di Taiwan dan menyelesaikan permasalahan akan kekurangan tenaga kerja. Di saat yang sama, juga tidak akan mempengaruhi peluang kerja bagi masyarakat Taiwan sendiri”.

 

RUU ini juga menetapkan beberapa sistem penilaian bagi warga asing sebelum dapat mengajukan proses permohonan, meliputi; bagi overseas youth vocational training school dapat menyertakan ijasah kelulusan dan sertifikat keahlian lainnya; bagi mahasiswa yang pernah menempuh pendidikan kuliah di Taiwan, dapat menyertakan ijasah kelulusan dan sertifikat kemampuan berbahasa Mandarin.

 

RUU ini juga mengatur bagi setiap tenaga teknis menengah asing yang telah genap tinggal di Taiwan selama 7 tahun dengan masa tinggal minimal 183 hari per tahunnya, maka mereka dapat mengajukan masa tinggal permanen di Taiwan. Jika pendapatan yang diterima dapat mencapai jumlah tertentu, maka istri dan anak mereka dapat tinggal bersama. Dan bagi tenaga teknis menengah asing yang telah mendapatan masa tinggal permanen, dapat membawa istri dan anak untuk tinggal bersama.