QR Code

Mantan Presiden Ma Ying-jeou Diduga Membocorkan Informasi Rahasia

2018-05-15
  • Mantan Presiden Ma Ying-jeou Diduga Membocorkan Informasi Rahasia

    Mantan Presiden Ma Ying-jeou Diduga Membocorkan Informasi Rahasia

    Mantan Presiden Ma Ying-jeou Diduga Membocorkan Informasi Rahasia

(Taiwan/ROC) --- Kantor Kejaksaan Tinggi Taipei menggugat mantan Presiden ROC Ma Ying-jeou atas tuduhan membocorkan rahasia. Pengadilan Tinggi Taiwan pada Selasa (15/5) mencabut putusan bebas dan menjatuhkan vonis kurungan 4 bulan.

 

Kantor Kejaksaan Tinggi Taipei menggugat mantan Presiden Ma Ying-jeou (馬英九) atas dugaan membocorkan rahasia dan informasi. Hal ini bermula pada 31 Agustus 2013 silam, dimana tergugat Ma Ying-jeou mendengarkan laporan yang diberikan oleh Jaksa Agung di kala tersebut, yakni Huang Shi-ming (黃世銘). Ma Ying-jeou diduga membocorkan hasil laporan yang bersifat rahasia tersebut kepada mantan Perdana Menteri Jiang Yi-huah (江宜樺) dan mantan Sekjen Kantor Kepresidenan Lo Chih-chiang (羅智強). Ma Ying-jeou juga dituduh telah menginstruksikan Huang Shi-ming untuk memberikan laporan kepada Jiang Yi-huah dan membocorkan informasi serta memantau dokumen terkait.

 

Pada saat persidangan pertama di kala itu, hakim menilai walau kasus ini mengandung unsur pelanggaran terkait membocorkan rahasia, namun Ma Ying-jeou diperiksa sesuai dengan Hukum Konstitusi Pasal 44, yang mengatur akan Hak Mediasi, sehingga Ma Ying-jeou dinilai tidak bersalah dan pada Bulan Agustus 2017 lalu Ma Ying-jeou dinyatakan bebas. Kantor Kejaksaan Taipei menolak akan keputusan tersebut, menilai keputusan tidak bersalah yang dijatuhkan kepada Ma Ying-jeou merupakan sebuah kesalahan. Kantor Kejaksaan Taipei pada Bulan September tahun lalu mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Taiwan. Pengadilan Tinggi Taiwan pada Selasa (15/5) menjatuhkan vonis kurungan 4 bulan dan denda pengganti kurungan sebesar NT$ 1000 untuk 1 hari.

 

Juru bicara Pengadilan Tinggi Taiwan, Wu Wei-ya (吳維雅) mengemukakan bahwa sidang menilai jabatan Presiden yang diemban oleh Ma Ying-jeou merupakan kedudukan sebagai pegawai negara dan memiliki wewenang hukum yang terbatas. Terhadap wewenang ini, ia wajib menjaga seluruh informasi yang bersifat rahasia. Terkait pemberitahuan yang dilakukan oleh Ma Ying-jeou kepada Huang Shi-ming dan Jiang Yi-huah, merupakan hal yang tidak pantas, karena Huang Shi-ming dan Jiang Yi-huah tidak memiliki keterkaitan yang relevan terhadap informasi tersebut. Ma Ying-jeou dinilai telah bersalah dan membocorkan informasi yang bersifat rahasia.

 

Wu Wei-ya mengatakan, “Panel kolegial menilai bahwa pembelaan yang diajukan terdakwa tidak dapat diterima, dan merasa ditakutkan jika ada pihak yang dapat menggunakan hak administratif secara sewenang-wenang, tentunya dapat merusak sistem hukum. Tentunya hal ini dapat mengganggu kebebasan dan demokrasi di masyarakat. Hal ini tentunya harus ditegaskan dan dilindungi hukum.”

 

Wu Wei-ya menjelaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh Ma Ying-jeou mengandung 3 pelanggaran, diantaranya; Pasal 27 ayat 1 perihal Undang Undang Perlindungan dan Pengawasan Komunikasi, Pasal 132 ayat 1 Hukum Pidana dan Undang Undang Perlindungan Data Pribadi. Atas perbuatannya tersebut, Ma Ying-jeou dijatuhi hukuman kurungan selama 4 bulan. Terdakwa dapat mengajukan banding.

 

Selain itu, (Ker Chien-ming) 柯建銘 diketahui juga telah mengajukan tuntutan atas Ma Ying-jeou terkait akan kebocoran rahasia lainnya. Namun sidang Pengadilan Tinggi Taiwan yang berlangsung pada 11 Oktober 2017 lalu telah memutuskan bahwa Ma Ying-jeou tidak bersalah.