QR Code

Tim Kesejahteraan Sosial Himbau WHA Berlaku Adil pada Taiwan

2018-05-16
  • Juru Bicara DPP, Cheng Chao-fang

    Juru Bicara DPP, Cheng Chao-fang

    Juru Bicara DPP, Cheng Chao-fang

(Taiwan, ROC) -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak memberikan undangan pada Taiwan, 22 Tim Kesehatan dan Kesejahteraan hari Rabu (16/5) bersama-sama mengeluarkan pernyataan bersama, memberikan dukungan dan menghimbau agar WHO memperlakukan Taiwan dengan adil, tidak seharusnya kesehatan dari 23 juta penduduk Taiwan dikucilkan.

 

Dalam pernyataan menunjukkan, Taiwan yang merupakan negara pertama di kawasan benua Asia yang menerapkan sistem asuransi kesehatan nasional, bersedia dan memiliki kemampuan untuk berbagi pengalamannya pada negara-negara lain di dunia, merupakan contoh penting bagi WHO dalam mempromosikan kesehatan global; Organisasi non-pemerintah Taiwan telah menyebar di seluruh pelosok dunia, dengan 300 lebih proyek besar di 73 negara, berbagai pertukaran yang tidak terhitung jumlahnya, semua ini menyampaikan bahwa Taiwan memiliki kemampuan, berkeinginan dan bersedia memberikan sumbangsih bagi masyarakat dunia yang kurang beruntung.

 

Ketua Federasi Kesejahteraan Sosial Taiwan, Chen Jie-ru menyampaikan, WHO melibatkan politik pada keikutsertaan Taiwan sehingga sistem kesehatan global kehilangan mitra penting. Tim kesejahteraan sosial Taiwan ingin menyampaikan penyesalannya namun mereka tetap tidak patah semangat akan tetap terus berupaya sama detik terakhir.

 

Chen Jie-ru mengatakan, ”Taiwan membuka pintu lebar-lebar merangkul dunia, berharap agar dunia semakin baik, melihat masih banyak bantuan yang dibutuhkan dunia, berharap WHA tidak melupakan upaya keras tim kesejahteraan kami.”

 

Sementara terkait dengan WHA menolak memberikan kartu untuk wawancara pada Taiwan, juru bicara DPP, Cheng Chao-fang hari Rabu (16/5) mengemukakan, tujuan dari WHO adalah memberikan pelayanan kesehatan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat dunia tanpa membedakan etnis, agama, politik, ekonomi maupun komunitas namun WHO berada di bawah tekanan politik Daratan Tiongkok melarang media kita untuk wawancara, ini telah melanggar HAM dan prinsip keadilan.

 

Cheng Chao-fang mengungkapkan, International Federation of Journalists juga akan mengirimkan surat protes ke lembaga-lembaga terkait, menuntut hak wawancara bagi wartawan media internasional, tidak seharusnya membedakan negara dalam pemberian kartu wawancara.

 

Bersamaan dengan itu Cheng Chao-fang juga menghimbau WHO untuk menghormati dan memberikan kebebasan wawancara bagi media.