QR Code

Presiden : Museum HAM dapat Mengembangkan Hubungan Diplomatik Taiwan

2018-05-17
  • Presiden : Museum HAM dapat Mengembangkan Hubungan Diplomatik Taiwan

    Presiden : Museum HAM dapat Mengembangkan Hubungan Diplomatik Taiwan

    Presiden : Museum HAM dapat Mengembangkan Hubungan Diplomatik Taiwan

(Taiwan/ROC) --- Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) pada Kamis (17/5) menghadiri upacara peresmian Museum Hak Asasi Manusia (HAM) di Green Island. Dalam acara ini, beliau juga sempat mengutarakan 2 harapannya. Selain Museum HAM ini dapat meningkatkan pendidikan akan Hak Asasi Manusia, Kepala Negara juga berharap  bahwa Museum ini dapat melakukan pertukaran dan kegiatan diplomasi.

 

Kepala Negara pada Kamis (17/5) secara khusus berkunjung ke Green Island dan memimpin upacara peresmian Museum HAM. Dalam pidatonya, Kepala Negara mengemukakan bahwa Green Island dahulunya pernah berfungsi sebagai tempat pengasingan dan merupakan saksi sejarah akan dari White Terror. Di Pulau inilah Taiwan menyimpan kisah kelam dari pemerintahan otoriter yang merampas kebebasan masyarakat.

 

Presiden Tsai menambahkan bahwa Museum HAM ini berhasil didirikan dan diresmikan hari ini, setelah melewati persiapan dalam 2 kali masa pemerintahan. Berdirinya Museum HAM ini, menjadi nilai tambah bagi masyarakat luas untuk dapat mengenang kembali akan perjuangan yang telah dikorbankan oleh para pendahulu. Dan yang terpenting adalah untuk memperkenalkan kepada setiap generasi akan berharganya Hak Asasi Manusia. Serta dapat menjadi sumber pembelajaran yang berguna bagi perkembangan dari HAM di Pulau Formosa.

 

Kepala Negara menekankan bahwa museum ini dapat menjadi dasar bagi isu-isu terkait HAM. Beliau juga mengungkapkan 2 harapan besarnya. Yang pertama adalah dapat memanfaatkan dengan baik seluruh sumber yang ada, guna untuk meningkatkan pendidikan akan HAM. Yang kedua, museum ini harus dapat membantu seluruh instansi pemerintah dalam mempromosikan HAM.

 

Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Pada Bulan April tahun ini, sudah ada beberapa Hakim yang dilatih di Green Island. Saya berharap ke depannya, cara ini dapat semakin dikembangkan. Saya percaya, dengan meningkatkan pengetahuan HAM dari para Pegawai Negeri Sipil, akan semakin dapat meminimalisir terulangnya kesalahan yang sama di masa mendatang. Hal ini juga merupakan bagian penting dari keadilan transisional”.

 

Berikutnya, Kepala Negara juga mengemukakan bahwa museum ini merupakan yang pertama merupakan Museum HAM pertama di Asia yang menggunakan tema akan ketidakadilan. Beliau juga berharap bahwa Museum HAM ini dapat melakukan berbagai pertukaran internasional dan berbagai kepada masyarakat dunia akan pengalaman demokrasi serta perkembangan HAM di Taiwan.

 

Presiden Tsai Ing-wen menekankan yang terpenting adalah pemerintah akan terus mengungkap kebenaran akan kasus-kasus HAM yang belum terselesaikan. Beliau menambahkan bahwa dengan diresmikannya Museum HAM ini, maka Komite Keadilan Transisional juga resmi beroperasi. Demokrasi di Taiwan telah berjalan lebih dari 30 tahun, dan sekarang merupakan waktu yang tepat untuk menjalankan keadilan transisional. Pemerintah berjanji akan menerapkan nilai-nilai kebenaran, tanggung jawab, rekonsiliasi dan memastikan bahwa kejadian yang sama tidak akan terulang kembali. Beliau menambahkan pemerintah akan menyatakan keseriusannya dan akan terus mempromosikan keadilan transisional.