QR Code

GACC: Hubungan Kerja Sama dengan Asia Tenggara akan Semakin Erat

2018-06-14
  • GACC: Hubungan Kerja Sama dengan Asia Tenggara akan Semakin Erat

    GACC: Hubungan Kerja Sama dengan Asia Tenggara akan Semakin Erat

    GACC: Hubungan Kerja Sama dengan Asia Tenggara akan Semakin Erat

(Taiwan/ROC) --- Guna untuk meningkatkan pemahaman masyarakat luas akan kebudayaan Muslim, Asosiasi Kebudayaan Tiongkok (GACC) merencanakan serangkaian film animasi, yang memiliki tema utama, yakni kebudayaan Muslim. Kegiatan ini akan diperlihatkan pada malam sebelum perayaan Hari Raya Idul Fitri.

 

Jumlah pekerja mingran asing asal Asia Tenggara cukup banyak, di antara dari mereka sebagian besar menganut Agama Islam. Namun sayangnya, hanya sebagian kecil dari masyarakat Taiwan yang mengerti akan kebudayaan Muslim.

 

Dalam rangka untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Taiwan akan kebudayaan Muslim, GACC bekerja sama dengan perusahaan animasi Taiwan yakni Taiwan Bar, untuk turut merayakan Hari Kemenangan. Mereka akan mempublikasikan serangkain film animasi yang bertemakan Kebudayaan Muslim di Asia Tenggara. Film ini akan dipublikasikan pada malam Lebaran, dengan memperkenalkan budaya dan kuliner Kaum Muslim.

 

Hesti yang merupakan perwakilan masyarakat Indonesia sangat kagum akan kegiatan yang digelar oleh GACC. Dalam konferensi pers, Hesti diketahui juga berbagi akan budaya dan kuliner Indonesia serta menjelaskan akan salah satu festival yang kerap dilakukan menjelang lebaran, yakni festival obor.

 

Hesti mengatakan, “Festival obor yang diadakan di Indonesia, saya rasa semua pihak telah mengetahuinya. Festival ini  merupakan simbol dari perpaduan budaya muslim dengan budaya Indonesia. Karena festival ini tidak terlihat di kawasan Timur Tengah”.

 

Wakil Ketua GACC Chiang Chun-nan (江春男) mengemukakan bahwa kawasan Asia Tenggara memiliki budaya, sejarah dan agama yang kaya. Sudah sepatutnya hal ini dapat dimanfaatkan dengan melakukan pelbagai pembelajaran. Ia menambahkan bahwa kegiatan yang diadakan ini hanya merupakan sebuah permulaan.

 

Chiang Chun-nan mengatakan, “Budaya, sejarah dan agama yang dimiliki Asia Tenggara sangatlah kaya. Islam yang ada di Asia Tenggara tidak terlalu sama dengan Islam yang ada di Timur tengah. Sama halnya dengan Buddha di Asia Tenggara dengan Buddha di Asia Timur Laut. Kesenian yang dimiliki mereka juga berbeda dengan negara lain. Hal ini patut untuk diteliti dan dipelajari. Banyak hal yang dapat kita perkenalkan dan pelajari”.

 

GACC mengemukakan bahwa semasa produksi film, mereka juga mengundang beberapa konsultan yang berasal dari Asia Tenggara. Selain untuk memproduksi film yang bertemakan Budaya Muslim di Asia Tenggara, ke depannya juga akan memperkenalkan hal-hal lain, seperti musik popular, kebudayaan, Buddhisme dan perdagangan kuno modern Asia Tenggara. Film ini nantinya akan diputar di lembaga-lembaga pemerintahan, meliputi kantor perwakilan, asosiasi Tionghoa perantauan, organisasi dan media Asia Tenggara. Dengan adanya film ini, diharapkan dapat semakin memperkokoh hubungan kerjasama yang telah terjalin serta dapat meningkatkan pemahaman masyarakat Taiwan terhadap Asia Tenggara.