QR Code

Aksi Mogok Kerja di Vietnam MOFA: Keamanan Warga Taiwan harus Ditingkatkan

2018-06-14
  • Aksi Mogok Kerja di Vietnam    MOFA: Keamanan Warga Taiwan harus Ditingkatkan

    Aksi Mogok Kerja di Vietnam MOFA: Keamanan Warga Taiwan harus Ditingkatkan

    Aksi Mogok Kerja di Vietnam MOFA: Keamanan Warga Taiwan harus Ditingkatkan

(Taiwan/ROC) --- Majelis Nasional Vietnam pada beberapa hari lalu berencana untuk meneliti kembali Undang Undang Zona Ekonomi Khusus, hal ini membuat masyarakat turun ke jalan dan melakukan aski protes. Mereka menghawatirkan jika Daratan Tiongkok akan meletakkan investasi dalam jumlah besar di Vietnam. Aksi protes ini juga mempengaruhi para pelaku usaha Taiwan di Vietnam. Dilaporkan terdapat beberapa aksi mogok kerja yang terjadi di beberapa pabrik Taiwan di Vietnam.

 

Juru bicara Kementerian Luar Negeri (MOFA) Andrew Lee (李憲章) pada Kamis (14/6) saat menerima wawancara mengemukakan bahwa setelah MOFA mendapatkan kabar yang relevan, maka segera menginstruksikan kepada Kantor Perwakilan Taiwan disana untuk segera mencari informasi terkait dari Pemerintah Vietnam serta menerapkan langkah-langkah keamanan yang diperlukan. Selain itu, MOFA juga mengingatkan kepada seluruh warga Taiwan di sana untuk memperhatikan keamanan. Sejauh ini, kabar dari masyarakat Taiwan disana dilaporkan kondusif. Para pelaku usaha Taiwan mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh pemerintah.

 

Andrew Lee menambahkan bahwa berdasarkan informasi yang diperoleh dari Kantor Perwakilan ROC di Vietnam, saat ini situasi telah terpantau kondusif. Namun demikian, masih harus memperhatikan kondisi keamanan sekitar. Pada saat yang sama, ia juga mengingatkan kepada seluruh warga Taiwan di Vietnam, jika terdapat hal darurat segeralah untuk menghubungi Kantor Perwakilan setempat di sambungan telepon 0913219986.

 

Andrew Lee mengatakan, “MOFA dan kantor perwakilan disana akan terus berkomunikasi dengan pemerintah setempat. Kami akan terus memperhatikan perkembangan situasi ini. Kami juga menyerukan kepada Pemerintah Vietnam untuk dapat dengan bijak menyelesaikan polemik ini dan menjamin keselamatan dan keamanan serta hak investasi penduduk asing, khususnya masyarakat Taiwan yang tengah berwisata maupun bermukim disana”.

 

Di sisi lain, berdasarkan informasi yang diterima bahwa aksi protes warga Taiwan menentang Daratan Tiongkok juga berimbas pada para pelaku usaha Taiwan. Hal ini terjadi dikarenakan beberapa faktor structural, dimana warga Vietnam tidak dapat membedakan masyarakat Taiwan dengan masyarakat Daratan Tiongkok. Tidak sedikit dari pabrik-pabrik Taiwan yang menjadi kambing hitam atau menjadi sasaran amukan kemarahan. Apalagi beberapa pabrik Taiwan diketahui memperkerjakan masyarakat Vietnam, khususnya yang berasal dari pedesaan. Faktor rendahnya pendidikan yang dimiliki oleh masyarakat pedesaan Vietnam, menjadikan mereka sangat rentan termakan hasutan.

 

MOFA mengemukakan sesaat aksi mogok kerja terjadi, Kantor Perwakilan ROC langsung menghubungi para pelaku usaha Taiwan disana. Pemerintah Vietnam telah sepenuhnya memahami apa yang menjadi tuntuntan dari Pemerintah Taiwan, mereka juga akan berusaha untuk menjaga keamanan dan keselamatan seluruh warga Taiwan disana.