QR Code

Rasa Dahaga Waduk di Taiwan Terentaskan Berkat Taifun ‘Maria ‘

2018-07-11
  • Rasa Dahaga Waduk di Taiwan Terentaskan Berkat Taifun ‘Maria ‘

    Rasa Dahaga Waduk di Taiwan Terentaskan Berkat Taifun ‘Maria ‘

    Rasa Dahaga Waduk di Taiwan Terentaskan Berkat Taifun ‘Maria ‘

        (Taiwan, ROC) – Taifun Maria yang menyerang Taiwan  mulai melemah dan menjauh, dimana hantaman badai taifun kali ini tidak sampai menyebabkan bencana skala besar, bahkan ada keuntungan akibat diterpanya badai taifun, misalnya jumlah persediaan air di Waduk Shihmen berhasil menyerap air hujan dalam skala yang cukup banyak. Ketua yang memimpin berlangsungnya pantauan kondisi bencana badai taifun Maria kali ini, bersama dengan Menteri Dalam Negeri Yeh Jiunn-rung menyampaikan bahwa jumlah cadangan air yang berhasil masuk akibat hujan yang menyertai kedatangan taifun Maria, pada hari Rabu tanggal 11 Juli mampu bertambah hingga 56%, dan diprediksi pada 3 hari mendatang, jumlah pemasukan air hujan mampu mencapai angka lebih dari 85%, sehingga untuk sementara waktu, Taiwan boleh bersikap lega, mengingat air dalam waduk yang jumlahnya telah berada pada batas yang mengkhawatirkan, sehingga sebelumnya sempat membuat panik seluruh masyarakat Taiwan. Namun Yeh Jiunn-rung kembali mengingatkan kepada seluruh masyarakat, bahwa lingkaran pusaran badai taifun masih belum benar-benar menginggalkan kawasan Taiwan. Guna menghindari bahaya akibat pasca taifun, maka masyarakat diimbau untuk tidak terlalu banyak melakukan aktivitas di luar rumah, kecuali dalam keadaan terpaksa.

        Meskipun pusat mata badai taifun Maria, telah secara perlahan meninggalkan perairan di sekitar Taiwan dan bergerak ke arah Matzu, hal ini tentu akan sedikit banyak mempengaruhi situasi di kawasan Pulau Matzu, denggan turut mengikutsertakan angin kencang di sekitar Kabupaten Lienjiang. Walau badai taifun terlihat mulai menjauh dari Taiwan, namun perairan laut di sekitar tetap akan ada gelombang pasang.

        Pusat taifun Maria sekalipun telah melewati sebagian utara kota Taipei, dan perlahan bertiup menuju pulau Matzu, dan akan langsung memberikan pengaruh kepada kondisi berupa badai kencang disertai dengan hujan deras. Sekalipun jumlah curah hujan di sekitar Utara Taiwan telah kembali ke kisaran normal, namun diprediksi ombak laut akan tetap mencapai ketentuan tinggi tertentu dan masyarakat diimbau untuk bisa mengantisipasi hal ini.

        Pusat Penanggulangan Bencana Sentral pada hari Rabu tanggal 11 Juli pukul 9 pagi, telah menggelar pertemuan diskusi dan hasil laporan pemantauan untuk tahap yang ke enam. Dari berbagai laporan yang didapatkan di kawasan pulau Matzhu, disebutkan jika terdapat beberapa pohon tumbang, papan reklame yang ikut jatuh akibat tidak kuatnya menahan terpaan bagai taifun kali ini yang diprediksi mencapai level ke sepuluh. Selain itu ada 200 keluarga yang saluran listriknya sempat terputus dan kini petugas Taipower tengah berupaya semakimalnya untuk melakukan perbaikan.

        Merujuk kepada data statistik yang dimiliki oleh Pusat Penanganan Bencana Sentral, hingga tanggal 11 Juli pukul 8 pagi hari, terpaan badai taifun Maria kali ini telah menyebabkan 2 orang menderita luka-luka, tepatnya yang berada di kota Taipei, termasuk yang mendapatkan luka kecelakaan akibat terpukul ranting pohon yang mendadak tertiup putus. Sementara kerugian lain adalah terhentinya saluran pelayanan listrik bagi sebanyak 47 ribu warga setempat, dimana hingga kini masih ada sebanyak 18 ribu pengguna pelayanan listrik yang masih menunggu hasil pertolongan dari pihak Taipower.

        Yeh Jiunn-rung menjelaskan bahwa Taiwan belum sepenuhnya telah berada dalam situasi yang aman, hal ini dikarenakan masih banyaknya jumlah curah air hujan yang turun di kawasan Miaoli, Hsincu dan sekitarnya. Pemerintah derah setempat juga terlihat tengah bekerja keras untuk menekan berbagai kemungkinan bencana yang diakibatkan karena jumlah curah yang terlampau banyak, misalnya tanah longsor dan banjir. Pihak pemerintah mengimbau bagi seluruh masyarakat untuk menghindari melakukan aktivitas di luar rumah jika tidak terlampau penting, sehingga dapat turut menekan berbagai bentuk kecekakaan dan bencana pasca Taifun Maria.