QR Code

Dua lagi kasus DBD dilaporkan di Taiwan utara

2018-08-09
  • Pusat Pengontrolan Penyakit (CDC) mensosialisasikan pencegahan penyebaran DBD

    Pusat Pengontrolan Penyakit (CDC) mensosialisasikan pencegahan penyebaran DBD

    Pusat Pengontrolan Penyakit (CDC) mensosialisasikan pencegahan penyebaran dan meningkatkan kesadaran warga akan ancaman demam berdarah dengue (DBD). (Foto: CNA)

(Taiwan, ROC) - Dua lagi kasus penularan lokal demam berdarah dengue (DBD) telah dilaporkan di Taiwan, satu di Taipei dan satu lagi di New Taipei, demikian berdasarkan keterangan yang dirilis Rabu, 8 Agustus, oleh Pusat Pengontrolan Penyakit (CDC).

CDC mengemukakan, pasien di Taipei adalah seorang wanita berusia 20an tahun yang bermukim di Distrik Neihu. Setelah gejala DBD seperti demam panas, sakit kepala dan diare mulai muncul pada 28 Juli, wanita tersebut dipastikan positif terinfeksi DBD pada saat berobat di rumah sakit pada 2 Agustus, dan kemudian dikonfirmasi sebagai kasus penularan lokal berdasarkan hasil tes serum pada hari Selasa.

Sementara itu, pasien di New Taipei adalah seorang lelaki berusia 60an tahun dari Distrik Xinzhuang, yang mulai menderita gejala DBD tipe 2 sejak 5 Agustus.

Menurut data CDC, sejumlah 12 kasus penularan lokal DBD telah dilaporkan sejak Taiwan memasuki musim panas pada bulan Juli. Mayoritas kasus DBD tersebut  dilaporkan di Taiwan utara, bukan selatan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Menangani meningkatnya perjangkitan, CDC telah membentuk suatu tim penanggulangan DBD, diketuai langsung oleh Direktur Jenderal CDC Chuang Jen-hsiang (莊人祥), selain bertugas memeriksa dan membasmi sumber penularan, juga bertugas mensosialisasikan pencegahan penyebaran dan meningkatkan kesadaran warga akan ancaman DBD.