QR Code

Dewan Hakka: Dengan Musik dan Kuliner, Berbagi Budaya Suku Hakka

2018-08-11
  • Dewan Hakka: Dengan Musik dan Kuliner, Berbagi Budaya Suku Hakka

    Dewan Hakka: Dengan Musik dan Kuliner, Berbagi Budaya Suku Hakka

    Dewan Hakka: Dengan Musik dan Kuliner, Berbagi Budaya Suku Hakka

        (Taiwan, ROC) – Kepala Dewan Suku Hakka Lee Yung-te pada hari Jumat tanggal 10 Agustus sore hari menerima wawancara dari Radio Taiwan Internasional. Dalam interviu menyampaikan bahwa musik dan kuliner tidak memiliki batasan dan kendala bahasa, sehingga Dewan Suku Hakka ke depannya akan menggunakan dua segmen ini untuk menjalin tali persahabatan antara suku Hakka dengan dunia internasional, selain itu dalam waktu yang bersamaan juga bisa mempererat silahturahmi dengan sesama suku Hakka yang tersebar di berbagai penjuru dunia. Pihak Dewan Suku Hakka juga menjanjikan akan memberikan bantuan yang riil dan nyata kepada setiap bentuk kegiatan pagelaran kebudayaan suku Hakka internasional, mengundang kelompok musik suku Hakka untuk melakukan pementasan di Taiwan, serta berbagi kebudayaan suku Hakka.

        Sebelumnya Lee Yung-te menghadiri rapat tahunan suku Hakka Eropa yang digelar di Spanyol, dimana ia juga melakukan kunjungan ke balai kota Barcelona dan Pusat Pelestarian Bahasa Catalunya.

        Lee Yung-te menjelaskan bahwa apa yang dilakukan di Spanyol juga merupakan sebuah bukti pengembangan dan pelestarian bahasa Catalunya secara nyata dan riil. Ia kemukakan bahwa nasib bahasa Catalunya memiliki kemiripan dengan apa yang dialami oleh bahasa suku Hakka, dimana sempat dilarang dipergunakan untuk umum oleh pemerintah, dan hanya diperbolehkan digunakan di dalam rumah saja. Hal ini yang turut menyebabkan bahasa suku Hakka mengalami masalah kepunahan. Namun melihat apa yang dilakukan oleh masyarakat suku Catalunya, dimana mereka sangat memperhatikan pelestarian budaya tradisional mereka, bahkan kini bahasa Catalunya dijadikan sebagai bahasa pertama, dan sederajat dengan bahasa Spanyol. Untuk hal ini, pihak pengelola menyebutkan dana yang dihabiskan untuk menjaga keberadaan Catalunya mencapai NT$ 16 milyar per tahun, dimana hal ini menunjukkan kebulatan tekad mereka dalam melindungi kebudayaan Catalunya.

        Lee Yung-te mengatakan, “Saya kerap menyebutkan bahwa kita memiliki dua hal penting yang harus kita perhatikan, kedua hal ini mampu menjalin hubungan dengan seluruh masyarakat di dunia, menjalin silahturahmi dengan sesama suku Hakka yang ada di dunia, tidak ada kendala dalam masalah bahasa. Adapun kedua hal tersebut adalah musik dan makanan, dan kedua hal ini akan menjadi tugas penting kami dalam mengembangkannya.”

        Lee Yung-te menjelaskan bahwa pihak Dewan Suku Hakka akan berupaya memberikan bantuan kepada kelompok musik yang memiliki standar internasional untuk memiliki kesempatan dalam menggelar pertunjukkan kebudayaan di luar negeri, bekerja keras untuk bisa berbagi kebudayaan suku Hakka kepada dunia.