QR Code

IL Messaggero : Taiwan Keluar dari Isolasi Jadi Anggota PBB

2018-09-14
  • IL Messaggero : Taiwan Keluar dari Isolasi  Jadi Anggota PBB

    IL Messaggero : Taiwan Keluar dari Isolasi Jadi Anggota PBB

    IL Messaggero : Taiwan Keluar dari Isolasi Jadi Anggota PBB

(Taiwan, ROC) Harian Italia “IL Messaggero” dalam laman situs internetnya melaporkan, setelah berturut-turut Taiwan kehilangan sahabat diplomatiknya, artikel dengan judul “Taiwan Protes PBB” untuk menyampaikan keinginan Taiwan mendapat dukungan dari masyarakat internasional menjadi salah satu negara anggota PBB.

 

Dalam fokus berita dalam situs internet IL Messaggero bulan ini selain memasang foto Presiden Tsai Ing-wen juga mengunduh foto artikel dalam twitter Presiden Tsai. Dalam artikel Pres Tsai tersebut mengemukakan, berakhirnya hubungan diplomatic El Salvador dan Taiwan bukan berarti putus hubungan Taiwan dengan dunia, Taiwan kembali menunjukkan pada dunia bahwa Taiwan tidak akan menyerah menghadapi tekanan dan Taiwan akan tetap mematuhi jalan kebebasan dan demokrasi.

 

Laporan menyampaikan, Menteri Luar Negeri Republik Tiongkok, Joseph Wu melakukan protes, dalam agenda PBB “Pembangunan Berkesinambungan 2030” mengenyampingkan 23 juta penduduk Taiwan, hal ini melanggar prinsip universal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan menghilangkan peluang bagi Taiwan untuk bekerja sama dengan komunitas internasional untuk meningkatkan kesejahteraan manusia.

 

Laporan membeberkan, sejak tahun 1949 Taiwan merupakan negara berdaulat yang tidak menerima yurisdiksi Daratan Tiongkok, tetapi Daratan Tiongkok terus memandang Taiwan sebagai bagian dari kawasannya, saat ini negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan hanya tersisa 17 negara, pihak Beijing tetap terus menggunakan konsep “Satu Tiongkok” mengancam Taiwan, di benua Afrika, hanya tersisa 1 negara yaitu Eswatini yang masih memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan dan itu mungkin juga sulit untuk dipertahankan. 

 

Laporan mendeskripsikan, Joseph Wu menegaskan, Taiwan tidak pernah menyerah dengan tekad dan kewajiban menjadi anggota PBB, pemerintah terus dengan giat menyelesaikan masalah gap kaya dan miskin sehingga indek perkembangan di berbagai kategori jauh lebih tinggi dari standar perkembangan berkesinambungan yang ditetapkan PBB, namun PBB mengabaikan Taiwan yang sebenarnya mungkin memberikan sumbangsih pada masyarakat global.

 

Laporan juga mendeskripsikan, Joseph Wu mengemukakan kekecewaan bahwa PBB telah berulang kali menyalahgunakan resolusi 2758 yang diloloskan dalam sidang Majelis Umum tahun 1971 yang menolak Taiwan bergabung dalam PBB, namun resolusi ini tidak dapat memecahkan perwakilan rakyat Taiwan dalam PBB dan tidak mendefinisikan hubungan Taiwan dengan Daratan Tiongkok.

 

Laporan menuliskan, Joseph Wu menekankan bahwa banyak negara anggota PBB yang tidak setuju dengan konsep satu Tiongkok, tujuan dari pembentukan PBB adalah meningkatkan kesejahteraan seluruh umat manusia, kita tidak boleh secara sewenang-wenang menentukan status Taiwan, kami berharap PBB dapat menahan tekanan eksternal dan membuka pintunya bagi Taiwan.