QR Code

(HUT ROC 107) Presiden Tsai: Intensifikasi atau Penundukkan Hubungan Antar Selat Hanya Akan Mengakibatkan Kebuntuan

2018-10-10
  • (HUT ROC 107) Presiden Tsai: Intensifikasi atau Penundukkan Hubungan Antar Selat Hanya Akan Mengakibatkan Kebuntuan

    (HUT ROC 107) Presiden Tsai: Intensifikasi atau Penundukkan Hubungan Antar Selat Hanya Akan Mengakibatkan Kebuntuan

    (HUT ROC 107) Presiden Tsai: Intensifikasi atau Penundukkan Hubungan Antar Selat Hanya Akan Mengakibatkan Kebuntuan

        (Taiwan, ROC) – Upacara perayaan HUT ROC ke 107 tahun pada hari Rabu tanggal 10 Oktober petang hari, digelar di alun-alun Istana Kepresidenan. Dalam kata sambutannya untuk dunia internasional, berkenaan dengan hubungan antar selat, Presiden Tsai Ing-wen menyampaikan bahwa pihaknya tidak akan meningkatkan intensifikasi pertikaian, namun juga tidak akan tunduk dengan kondisi yang terpaksa. Dirinya juga tidak akan berpaling muka dari kehendak rakyat dan mengorbankan kedaulatan Taiwan. Presiden Tsai Ing-wen menegaskan bahwa dirinya akan berupaya memperjuangkan gaya hidup yang demokrasi dan bebas, pembangunan yang berkesinambungan bagi Republik Tiongkok dan perdamaian di selat Taiwan adalah konvensi terbesar yang dimiliki oleh penduduk Taiwan, dan ini adalah bagian yang diperjuangkannya selama 2 tahun terakhir ini.

        Dalam pidato internasional yang disampaikan oleh Presiden Tsai Ing-wen, dijelaskan bahwa dalam kurun waktu 1 tahun terakhir ini, kondisi dunia internasional yang ada saat ini, tengah menguji setiap negara yang ada, pemerintah juga kerap harus menghadapi berbagai tantangan dan cobaan, dan mencari jalan keluar sendiri di tengah-tengah gejolak yang ada saat ini.

        Presiden Tsai Ing-wen menjelaskan bahwa selama ini pihak Daratan Tiongkok kerap memberikan ancaman militer dan tekanan dalam hubungan diplomatik, sehingga telah merusak hubungan antar selat, dan yang paling parah adalah telah berupaya melakukan perubahan secara sepihak terhadap status perdamaian di selat Taiwan yang berlaku saat ini. Dalam menghadapi berbagai tekanan, ada juga pihak yang berharap pemerintah dapat melakukan tindakan yang lebih nyata dalam melakukan perlindungan atau perlawanan, namun ada juga pihak yang berharap pemerintah dapat mengambil langkah mundur dan taat patuh kepada pihak Daratan Tiongkok. Presiden Tsai Ing-wen berpendapat jika kondisi semakin tegang, maka Taiwan juga akan bertahan lebih stabil, menunjukkan sikap yang tenang dalam menghadapi tekanan. Taiwan akan mencari jalan keluar dengan berkepala dingin. Presiden Tsai menegaskan akan melindungi kebebasan dan demokrasi yang dimiliki oleh masyarakat Taiwan.

        Presiden Tsai Ing-wen menyampaikan jika pemerintah akan berupaya untuk menunjukkan kekuatan Taiwan kepada dunia, melindungi hak dan kepentingan Taiwan, membuat dunia tahu jika Taiwan juga tidak bisa tersisihkan atau tergantikan.

        Presiden Tsai Ing-wen menjelaskan jika kekuatan dari pihak luar mencoba untuk melakukan perubahan secara sepihak akan kondisi selat Taiwan, dimana hal ini tentu tidak dapat diterima oleh masyarakat Taiwan. Semua pemikiran dan gerakan yang berlawanan dengan nilai-nilai kemanusian juga tentu tidak dapat diterima oleh masyarakat internasional. Presiden Tsai juga mengimbau kepada pihak Beijing, jika sebuah negara besar yang bertanggung jawab, tentu juga harus memainkan peran yang baik, entah itu untuk kebaikan kawasan maupun untuk dunia, dan tidak berperan sebagai sumber perusak. Presiden Tsai juga menjamin jika pihaknya tidak akan memulai tindakan perseturuan, namun juga tidak akan menyerah begitu saja.

        Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Sebagai seorang presiden, saya menjamin kepada seluruh rakyat, jika kita tidak akan langsung bertindak melawan, juga tidak akan menyerah mundur begitu saja. Saya tidak akan langsung melakukan aksi jika hanya karena emosi sesaat, dimana berkelanjutan dengan timbulnya perseturuan, dan menyebabkan kondisi antar selat semakin memanas. Saya tidak akan berpaling muka dengan kehendak rakyat, mengorbankan kedaulatan Taiwan. Dalam kondisi yang tengah berubah ini, kita tidak boleh berpihak pada pihak yang salah, pertentangan yang intensif atau tunduk patuh begitu saja, karena semua hal ini hanya akan menjadikan Taiwan menghadapi kebuntuan dalam berbagai hal.”

        Presiden Tsai Ing-wen menjelaskan jika jalan yang akan diambil oleh Taiwan adalah “Jalan yang stabil, mampu berantisipasi dan kemajuan”, dimana tugas terpenting saat ini adalah memperkuat keamanan dan pertahanan negara, memperkuat kemampuan dalam bidang perekonomian, memperkuat jaringan keamanan sosial masyarakat, tidak hanya sekedar memperkuat Taiwan namun juga mempertebal kemampuan yang riil, meningkatakan derajat Taiwan sehingga tidak dapat tergantikan perannya dalam panggung internasional, dan inilah nilai-nilai sesungguhnya yang dimiliki oleh Taiwan.