QR Code

PM William Lai menginstruksikan kebijakan stablisasi pasar finansial

2018-10-11
  • Perdana Menteri William Lai Ching-te

    Perdana Menteri William Lai Ching-te

    Perdana Menteri William Lai Ching-te (賴清德) (Foto: CNA/蕭照平)

(Taiwan, ROC) - Perdana Menteri William Lai Ching-te (賴清德) menginstruksi Wakil Perdana Menteri Shih Chun-chi (施俊吉) untuk secepatnya mengadakan kompromi dengan Bank Sentral, Kementrian Keuangan dan Komisi Pengawas Keuangan (FSC), menemukan strategi untuk menstabilisasi pasar finansial dan mencegah dampak berlebihan dari konflik perdagangan Amerika Serikat-Daratan Tiongkok.

Kestabilan finansial menjadi fokus pembicaraan rapat Yuan Eksekutif Kamis, 11 Oktober, sehubungan dengan anjloknya Bursa Saham Taiwan (TAIEX) melampaui 500 point akibat kenaikan suku bunga dan penurunan bursa saham Amerika Serikat.

Juru bicara Yuan Eksekutif Kolas Yotaka mengemukakan, Dana Keamanan Nasional telah memasuki kondisi siaga untuk dipergunakan dalam memastikan kestabilan TAIEX.

Kolas Yotaka mengatakan, “Dana Keamanan Nasional telah disiagakan. Ini adalah instruksi jelas, maka kami sekali lagi mengimbau investor tidak usah terlalu panik, karena pemerintah akan memonitor perkembangan bursa saham dan yakin bahwa indeks TAIEX pasti akan naik kembali ke atas 10.000 point.”

Dalam berita bersangkutan, suatu rapat darurat Kamis siang digelar di Kementrian Keuangan atas kesiagaan Dana Keamanan Nasional dalam mengatasi gejolak finansial beberapa hari terakhir.

Menteri Keuangan Su Jain-rong (蘇建榮) mengatakan, “Syarat bagi digunakannya Dana Keamanan Nasional adalah unsur non-ekonomi global telah mengakibatkan pengaliran dana ke luar dengan jumlah besar. Syarat ini sangat ketat, dan kita lihat syarat non-ekonomi ini mungkin belum berpengaruh terlalu besar, maka semuanya masih perlu diamati lebih lanjut.”

Ketua FSC Wellington Koo (顧立雄) juga menaruh kepercayaan tinggi pada penampilan TAIEX. “Sebagaimana pernah saya ungkapkan, penampilan TAIEX tahun ini lebih baik 10% dibandingkan kurun waktu sama tahun lalu, maka tidak ada alasan baginya untuk berprestasi buruk,” demikian tegas Koo.