QR Code

Saham Taiwan Anjlok PM Lai: Saham AS Penyebab Utama

2018-10-12
  • Perdana Menteri William Lai

    Perdana Menteri William Lai

    Perdana Menteri William Lai

 (Taiwan/ROC) --- Anjloknya bursa saham Taiwan yang terjadi pada Kamis (11/10) mengundang perhatian luas. Masyarakat luar berpendapat, apakah penurunan ini ada kaitannya dengan Pidato Hari Nasional Presiden Tsai Ing-wen. Terkait hal ini, Perdana Menteri William Lai (賴清德) pada Jumat (12/10) saat menerima wawancara membantah dengan tegas. Ia menekankan ini merupakan pemikiran yang tidak relevan. PM Lai melanjutkan anjloknya saham Taiwan, dikarenakan naiknya imbal hasil obligasi saham Amerika Serikat. Lebih lanjut dirinya melanjutkan dasar perekonomian Taiwan sangat baik dan masyarakat luas tidak perlu mengkhawatirkan hal tersebut.

 

Pasar saham global bergejolak, saham Taiwan pada Kamis (11/10) diketahui mengalami penurunan drastis dengan penurunan terbesar dalam sejarah, yang juga sebagai titik turun setelah selama waktu terpanjang bursa saham Taiwan terus menguat. Terkait hal ini, Perdana Menteri William Lai saat berkunjung ke Yuan Legislatif pada Jumat (12/10) mengemukakan bahwa perekonomian Taiwan dan Amerika Serikat pada dasarnya baik, masyarakat luas tidak perlu panik.

 

William Lai mengatakan, “Anjloknya saham Amerika Serikat telah berdampak pada Benua Eropa, Asia dan beberapa negara lainnya. Taiwan juga tidak terkecuali. Namun perekonomian Amerika Serikat dan Taiwan, pada dasarnya baik. Keuangan Taiwan juga terbilang stabil. Bagi para investor tidak perlu cemas”.

 

Anjloknya saham Taiwan, terjadi sehari setelah Presiden Tsai Ing-wen melakukan pidato dalam Perayaan Hari Nasional ROC ke 107. Pihak luar mempertanyakan, apakah penurunan ini ada kaitannya dengan pidato Kepala Negara. William Lai menegaskan bahwa ini pemikiran yang tidak relevan. Ia mengemukakan menurunnya saham Taiwan jelas dikarenakan perubahan pada keuangan Amerika Serikat.

 

PM Lai mengatakan, “Ini jelas pernyataan yang salah. Tidak ada hubungannya. Penyebab utama karena disebabkan naiknya imbal hasil obligasi saham Amerika Serikat, yang mana mempengaruhi keuangan. Saya rasa inilah penyebabnya”.

 

Perdana Menteri juga menekankan Taiwan memiliki fundamental yang kokoh dalam sektor finansial dan perekonomian. Organisasi Dana Moneter Internasional (IMF) juga telah menaikkan tingkat pertumbuhan ekonomi di Taiwan, hal ini merupakan bukti akan kerja keras yang diupayakan pemerintah. Ia melanjutkan masyarakat luas harus percaya pada kemampuan yang dimiliki Taiwan.